Catatan Anugerah Desa 2017 Sinergi Jawa Pos

Rasanya pantas jika desa ini mendapat banyak penghargaan di tingkat nasional. Kesempatan bagi juri Anugerah Desa untuk berkunjung ke desa ini memang membuka mata kalau inovasi itu memang penting.

Bahkan, langkah berinovasi ini sudah dimulai sejak awal menjabat. Visi dan misi kades benar-benar dijalankan sejak sebulan pertama disandang Kades Junaedy Mulyono. “Kuncinya adalah perencanaan yang matang,” tutur Junaedy yang ditemui di wisata desa andalannya Umbul Ponggok, pekan lalu.

Sejak awal, dia menggandeng para mahasiswa kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program kuliah kerja nyata (KKN) untuk pengumpulan data dan survei ke lapangan. Setahun kedua, data-data itu dipetakan. Baru tahun ketiga, dilakukan eksekusi. Tentu saja dengan melibatkan kembali konsultan yang berkompeten di bidangnya.

Hasilnya, munculnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Usaha awalnya adalah membebaskan warganya dari jeratan rentenir. Utang yang mencekik leher inilah yang dianggap menjadi sumber masalah kemiskinan di desanya. Sekitar sepuluh tahun lalu, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dikenal sebagai desa miskin.

Berhasil membebaskan utang, Junaedy menuju ke perencanaan berikutnya. Yaitu membuat usaha yang bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian warganya. Salah satunya adalah mengembangkan potensi banyaknya sumber air di desanya menjadi tempat wisata yang menguntungkan.

Dengan melibatkan warga dari tahap awal perencanaan hingga meminta warga menanam saham, BUMDes akhirnya berkembang memiliki sebelas unit usaha dengan omzet Rp 10 miliar per tahun !. Angka yang diperkirakan terus meningkat di tahun ini.

Dari angka itu, sekitar 10 persen atau lebih dari Rp 1 miliar masuk menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Uang itu pun digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan warga. Mulai memberikan uang saku untuk warga yang kuliah yaitu Rp 300 ribu per bulan sebagai bentuk program satu rumah satu sarjana. Selain itu juga membayarkan asuransi BPJS Kesehatan seluruh warganya. Memberikan diskon 10 persen setiap belanja di toko desa, gaji tambahan untuk perangkat desa serta banyak fasilitas lainnya. Fasilitas yang bisa dipenuhi dengan penggunaan dana tanpa khawatir terjerat KPK atau penegak hukum. Sebab, semua prosesnya karena dilaksanakan sangat transparan dan dengan mudah diakses oleh warga. Desa ini juga berhasil membangun balai desa yang sangat megah dilengkapi dengan gedung pertemuan yang tidak kalah mentereng. Bahkan, setiap warganya, karena telah menanam saham di usaha desa, berhak mendapat bagi hasil jutaan rupiah tiap bulannya.

Lantas..yang menjadi pertanyaan, apakah yang dilakukan Junaedy ini bisa dilakukan oleh kades di Kabupaten Kediri? Tentu saja tidak ada hal yang tidak mungkin.

Junaedy pun tidak menampiknya. Bahkan, menurutnya, setiap desa pasti memiliki potensi yang sangat bisa dikembangkan. Asalkan, sekali lagi, Junaedy menegaskan harus ada perencanaan matang. Visi dan misi yang diusung para kades saat mencalonkan diri juga bukan lagi hanya normatif atau sekadar tulisan di buku. Tetapi, benar-benar diimplementasikan.
Pemantauan tim juri Anugerah Desa, sejumlah desa memang memiliki potensi yang tidak jauh berbeda. Sehingga dengan di bawah kemauan dan kemampuan kepala desanya, bukan tidak mungkin desa juga bisa berkembang seperti Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo tersebut.

Apalagi, saat ini, desa mendapat kucuran dana yang cukup besar. Seharusnya, desa tidak hanya berkutat pada pembenahan infrastruktur. Tetapi, juga pembenahan sektor lainnya. Tentu saja yang tidak bisa dilupakan adalah tetap konsisten dan berani untuk transparan. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan dari Junaedy.

Ingin ‘menularkan’ keberanian dan kesuksesan inilah, pada awarding Anugerah Desa 2017 yang rencananya digelar Selasa 12 Desember 2017, Junaedy akan hadir dan berbagi tips. Meski, diakuinya, waktu dua jam yang disediakan tidak akan cukup membeberkan proses yang dijalaninya hingga berhasil seperti saat ini. Tapi, tak ada salahnya, kades bisa hadir dan ‘mencuri’ sedikit ilmu itu.(dea)

(rk/*/die/JPR)