Catat Bedanya Menu Sarapan Buat Si Gemuk dan Si Kurus

Mereka yang kurus atau langsing, tentu sebaiknya saat sarapan lebih banyak mengonsumsi protein. Misalnya ikan atau telur.

Bahkan, ada menu yang beda untuk seseorang bertubuh kurus dan gemuk. Kandungan dan kebutuhan kalorinya pun berbeda.

“Tergantung sih soal menu. Tak bisa disamakan. Kalau orangnya gemuk pasti berbeda kebutuhannya dengan yang kurus,” kata Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof Dr Hardinsyah MS baru-baru ini.

Orang bertubuh gemuk sebaiknya lebih banyak mengonsumsi serat. Misalnya dengan gandum, beras merah, salad, atau yogurt
(Istimewa)

Untuk mereka yang kurus atau langsing, tentu sebaiknya saat sarapan lebih banyak mengonsumsi protein. Misalnya ikan atau telur. Hal itu sebagai zat pembangun bagi tubuh agar lebih bertenaga menjalankan aktivitas.

Sedangkan sarapan untuk orang bertubuh gemuk sebaiknya lebih banyak mengonsumsi serat. Misalnya dengan gandum, beras merah, salad, atau yogurt.

“Yang gemuk lebih banyak serat, yang kurus banyak protein di dalam menu sarapan,” kata Hardinsyah.

Sebab, kata dia, serat bisa memperlambat meningkatnya gula darah sehingga tidak terjadi lonjakan. Semakin banyak serat memperlambat penyerapan gula.

Hardinsyah mencontohkan untuk seseorang bertubuh gemuk boleh saja sarapan mi hanya saja porsinya sedikit. Sedangkan sayurannya justru lebih banyak.

Boleh sarapan dengan mi, namun perbanyak sayur sebagai sumber serat. Hardinsyah juga menyarankan agar saat sarapan boleh mengonsumsi teh tetapi jangan kopi. Sebab, kopi bisa menaikkan tekanan darah di pagi hari.

“Lalu beda lagi untuk orang yang ingin olahraga pagi agar menyehatkan kardio. Karbohidrat sederhana jauh lebih penting untuk mereka,” tegas Hardinsyah.


(ika/ce1/JPC)