Cara Shireen Sungkar Ajarkan Makna Lebaran Kepada Buah Hatinya

JawaPos.com – Aktris Shireen Sungkar bersama keluarganya suka cita menyambut hari kemenangan, Idul Fitri. Bagi mantan pemain Cinta Fitri itu, Lebaran adalah momen bahagia yang dirayakan seluruh umat muslim sekaligus ajang pendidikan bagi anak-anaknya, Teuku Adam Al Fatih, Cut Hawa Medina Alfatih dan Cut Shafiyyah Mecca Alfatih.

Sehingga dirinya sebagai ibu selalu mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa Lebaran adalah momen kemenangan kembali ke fitrah setelah 30 hari berpuasa. Anak-anaknya selalu menantikan setiap tradisi kumpul keluarga besar yang jarang didapatkan setiap hari.

“Lebaran adalah momen kemenangan yang boleh dirayakan. Pasti bersama anak-anak mereka senang ya, bertemu saudara, sepupu yang seumuran. Makan. Semua suasananya gembira,” katanya baru-baru ini.

Istri Teuku Wisnu itu mendidik anaknya selalu mengenakan busana terbaik saat Lebaran. Meski tak harus baju baru, namun beruntungnya Shireen karena memiliki butik sendiri.

Shireen Sungkar muali ajarkan makna Lebaran sejak dini. (Instagram)

“Lebaran pakai baju terbaik enggak harus baru ya. Tapi berhubung punya butik sendiri ya, ya stok di butik saja,” katanya tertawa.

Setiap tahun dia dan keluarganya selalu kembaran dalam berbusana. Akan tetapi untuk Lebaran tahun ini tidak direncanakan dari jauh hari akan memakai tema dan warna busana apa.

“Selalu kembaran setiap tahun. Tapi pastinya anak-anak enggak pernah request mau baju apa, semuanya tergantung saya. Paling yang sudah mulai bertanya itu Hawa, mau warna ini dan itu,” ujarnya.

Ritual yang dilakukan setiap kali Lebaran pasti sama dengan umat muslim lainnya yakni berkeliling ke rumah keluarga besar. Di samping kegembiraan tersebut, Shireen tetap berusaha menanamkan kepada tiga buah hatinya untuk memaknai Lebaran sebagai momen kembali ke fitrah.

“Kalau tradisi bagi-bagi angpao sih sudah semakin berkurang ya, lebih ke makna Lebaran saja. Karena masih kecil-kecil pun saya enggak mau memaksa anak untuk paham betul, mereka memaknai Ramadan dan Lebaran sesuai pemahaman mereka saja. Misalnya Adam sudah kuat berpuasa sampai jam 11 itu saya saja sudah senang banget. Jadi semuanya lebih berjalan alami saja, kecuali nanti jika sudah dewasa semuamya sesuai kesadaran masing-masing,” tegas Shireen.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani