Cara Indah Pakai Sosmed: Misuhlah Pakai Puisi

KOTA MALANG- Menjadi netizen yang bijak sepertinya sangat sulit di zaman ini. Bagaimana tidak, lontaran-lontaran status di media sosial yang tak terkendali kadang tidak diperhitungkan oleh pemiliknya. Padahal jika digunakan dengan benar, media sosial bisa menjadi wadah kita berkarya. Salah satu media sosial yang banyak digunakan adalah facebook.

Sastrawan Balai Bahasa Jawa Timur, Mashuri, MA dalam Bimbingan Teknis yang diadakan Balai Bahasa Jawa Timur menerangkan kepada 35 guru dan 15 siswa tentang bagaimana cara cerdas menggunakan facebook untuk wadah membuat puisi. Hal ini ia beberkan untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional yang diadakan di Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (24/4).

Dalam membuat status facebook ada beberapa hal yang harus diingat untuk sebuah konten. Diantaranya mempertimbangkan etika, estetika, dan kreativitas. Hal tersebut dapat merubah mindset kita yang awalnya hanya menggunakan facebook sebagai media curhat atau pamer foto menjadi ladang untuk bersastra yang memberikan rasa pada orang lain atau pembacanya.

“Saya juga pernah nulis status, malah hobi saya dan bisa saya jadikan buku. Saya nulis status itu ya marah ya sedih menggunakan puisi. Jadi kesannya meskipun kasar atau melow tetap indah. Ini lebih bermanfaat daripada bikin status marah misuh-misuh. Eh ada loh caranya bikin kata kasar tapi bagus, seperti contoh puisi saya berjudul matamu,” papar Dewan Kesenian Jawa Timur ini.

Puisi berjudul “Matamu” yang dimaksud merupakan pengutaraan kondisi hatinya usai mendengar kabar bom di Sri Lanka. Dalam puisinya ia menyebut bom terjadi di Sri Lanka pada jemaat nasrani, dan membandingkan dengan bom yang terjadi di New Zeland pada orang-orang muslim.

“Orang-orang berkata, ini beda. Lhah Matamu! Intinya kan sama-sama membunuh. Ini contoh marah di status facebook tapi yang bagus,” ujarnya sambil tertawa.

Salah satu peserta dari SMA PGRI 1 Lawang, Erika Febrianti mengakui bahwa materi Bali Bahasa Jatim saat ini sangat bermanfaat untuk menyelamatkan generasi millenial. Awalnya ia hanya menganggap media sosial hanya sebuah wadah komunikasi, untuk mencari teman, dan posting foto.

“Tapi berkat materi tadi saya jadi banyak wawasan. Ternyata dengan pengetahuan literasi yang benar, status facebook pun bisa bermanfaat dan punya efek positif loh. Selama ini bikin caption foto misalnya nggak sampai kepikiran kalau bisa dibuat sajak,” ungkap siswi kelas 11 tersebut.

Pewarta: Rida Ayu
ilustrasi: Rahadian Bagaskoro
Penyunting: Fia