Cak Nun: Jagad Raya Gudangnya Ilmu

MALANG KOTA – ”Jangan mencari ilmu, jika tidak punya iman,” ucap budayawan kenamaan Emha Ainun Nadjib dalam acara se-srawung-an Minggu malam (2/12) di Desa Blambangan, Bululawang, Kabupaten Malang. Dia menegaskan, ilmu yang diberikan oleh Tuhan tidak hanya terbatas dalam Alquran, tetapi ilmu ada dalam setiap unsur jagad raya. ”Oleh karena Tuhan memberikan akal kepada manusia supaya dia mempelajari ilmu yang diberikan oleh Tuhan tersebut,” ungkapnya.

Namun, tidak cukup dengan akal, manusia juga harus mempunyai keimanan dalam mempelajari ilmu, supaya apa yang didapatkan tidak hanya digunakan untuk menggurui dan merendahkan orang lain, tapi justru memberikan manfaat terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, Tuhan juga mengaruniai hati dalam diri manusia supaya ilmu yang didapatkan seiring dengan spirit keimanan. ”Inilah yang membedakan manusia dan hewan,” ucap Cak Nun, sapaan akrabnya.

Acara se-srawung-an ini dihelat selama dua hari. Dimulai pada hari Sabtu (1/12) dengan acara gerak jalan berhadiah, hadiah yang disediakan di antaranya 1 Honda Beat, 1 mesin cuci, 1 kulkas, 1 kipas angin, serta puluhan hadiah lainnya. Selanjutnya juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya yang menghadirkan Dengkec’t Angklung, Percusi Jodipan, Barongsai, KingJoas Percussion, band indie asal Jogjakarta, dan Nos Indonesia. Lalu, puncaknya pada hari Minggu yang menghadirkan Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng.

Warga Blambangan tampak antusias dalam mengikuti acara tersebut. Imam Basori, 46, warga Desa Blambangan, mengaku senang dengan adanya acara ini. ”Sebelumnya belum ada acara semeriah ini,” ungkapnya. Afid, 32, ketua kreatif dari acara se-srawung-an ini, mengaku acara tersebut tidak hanya diikuti oleh warga Desa Blambangan, tetapi juga banyak dari daerah lain.

Pewarta: tr2
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq