Cak Imin : Insya Allah, Abah Anton tidak ada masalah…

apakah akan memilih satu di antara lima bakal calon wakil wali kota (bacawawali) yang mengikuti penjaringan di DPC PKB? Atau tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang belakangan dikabarkan mendaftar melalui DPP PKB?

MALANG KOTA – Kedatangan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ke Kota Malang kemarin (26/11) tidak hanya menegaskan pencalonan incumbent Moch. Anton. Tapi, juga mengungkap tabir siapa yang akan mendampingi Anton di Pilwali 2018.

Apakah akan memilih satu di antara lima bakal calon wakil wali kota (bacawawali) yang mengikuti penjaringan di DPC PKB? Atau tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang belakangan dikabarkan mendaftar melalui DPP PKB?

Cak Imin–panggilan akrab Muhaimin Iskandar– tidak menyebut secara gamblang siapa yang akan ditunjuk mendampingi Anton. Tapi, dalam lawatannya kemarin, Cak Imin mengunjungi kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Malang di Jalan Hasyim Asyari. Cak Imin yang didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Jawa Timur Halim Iskandar itu disambut Ketua PC NU Kota Malang Isroqunnajah. Dia mampir ke kantor PC NU Kota Malang setelah menghadiri Tax Go To Kampoeng di Universitas Negeri Malang (UM) Kampus II, Jalan Ki Ageng Gribig.

”Insya Allah, Pak Anton (incumbent Moch. Anton) tidak ada masalah (maju di Pilwali 2018),” ujar Cak Imin usai dianugerahi sebagai warga kehormatan Arema di sela-sela Tax Go To Kampoeng, kemarin.

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI itu memaparkan, persiapan kadernya di Pilwali 2018 sudah matang. Bahkan, beberapa partai politik (parpol) sudah menyatakan akan gabung dengan PKB. ”Pasti ada partai lain yang bergabung. Insya Allah,” sambungnya.



Dia juga tidak ingin berlama-lama dalam persiapan Pilwali Kota Malang itu. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Malang, dia melanjutkan, sudah menjajaki partai lain yang ingin bergabung. ”Mudah-mudahan bulan ini (November) sudah tuntas,” terang Cak Imin.

Sementara itu, Moch. Anton, bakal calon wali kota (bacawali) asal PKB yang juga wali Kota Malang itu menyambut baik kedatangan Cak Imin. ”Kami menghormati Ketua Umum (Muhaimin Iskandar). Kebetulan beliau juga jarang-jarang bisa hadir ke sini (Kota Malang),” terang Anton.

Ditanya siapa yang akan mendampinginya maju di Pilwali 2018, Anton hanya tersenyum. Namun, dia mengklaim sudah diberi kewenangan DPP PKB untuk menentukan sendiri siapa yang akan digandeng di Pilwali 2018.

Meski begitu, Anton tetap menghargai DPP PKB sebagai jajaran kepengurusan di atasnya. ”Kalau untuk bacawawali, DPP sudah memasrahkannya ke daerah (DPC PKB), yaitu kepada saya sendiri,” tutur Anton.

Namun, Anton enggan membeberkan siapa yang akan dipilih. Anton hanya mengungkap beberapa kriteria yang akan dijadikan pertimbangan memilih kandidat N2 (sebutan wakil wali kota). Misalnya, bisa diajak kerja sama dan ikut mendorong pembangunan Kota Malang. ”Kalau gambaran sudah ada. Nanti pasti semua tahu,” tandasnya.

Ditanya apakah dari internal NU atau PKB? Anton menjawab diplomatis. Sebagai partai pengusung, PKB akan tetap melakukan pengaderan. Anton juga tidak menutup kemungkinan akan memilih calon yang langsung mengikuti penjaringan di DPP PKB.

”Penjaringan kemarin saya tambah, dibuka lagi karena ada yang mendaftar lewat DPP PKB,” kata ketua DPC PKB Kota Malang tersebut. Seperti diberitakan, sudah ada lima calon yang mengikuti penjaringan bacawawali di DPC PKB Kota Malang.

Mereka adalah Gurfon Marzuqi (ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang), Gunadi Handoko (pengacara), Hadi Prajoko, Siswo Waroso, dan Isnaini. Sedangkan satu nama yang baru mendaftar melalui DPP PKB masih dirahasiakan. ”Minggu depan sudah ada seleksi dari enam nama yang sudah masuk,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Anton menyatakan akan menjalin komunikasi dengan Partai Nasdem. ”Saya ingin menyatakan kepada Pak Rendra Kresna (Bupati Malang sekaligus Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Rendra Kresna) satu kesepakatan untuk bersama-sama membangun Kota Malang,” terangnya. (jaf/c2/dan)