Cagub Ini Ngeluh Jadi Menterinya Jokowi, Gak Sanggup Bayar Cicilan KPR

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengaku dirinya bukanlah seorang pengusaha yang memiliki kekayaan melimpah. Sudirman mengaku memulai karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Sehingga bisa dibayangkan berapa kekayaan yang ia miliki.

“Saya bukan pengusaha, saya profesional yang karier dari PNS, kemudian pernah ke swasta, pernah BUMN, jadi bisa ukur penghasilan saya berapa,” ujar Sudirman saat konfrensi pers di kawasan Blok M, Jakarta, Selasa (2/1).

Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat bersama Sudimran Said
(JawaPos.com)

Saat menjadi Menteri BUMN, Sudirman mengatakan masih memiliki tanggungan kredit pemilikan rumah (KPR). Bahkan ia mengaku tidak kuat membayar KPR karena gaji yang ia terima tidak sebesar saat bekerja di swasta.



Sehingga, ungkap Sudirman, dirinya mengirimkan surat kepada bank. Hal itu dilakukan supaya dirinya untuk sementara, diberikan keringanan tidak membayar dulu cicilan KPR tersebut. 

?”Suratnya masih saya simpen, dan direktur bank-nya ketawa sambil datang ke kantor. Itu betul lho,” katanya.

Saat diminta maju di Pilgub Jawa Tengah, Sudirman Said juga mengaku tidak punya modal besar dari segi uang. Pasalnya, ongkos politik menjadi cagub sangat mahal. Misalnya seperti biaya baliho, ongkos dana kampanye, dan para saksi di tempat pemugutan suara (TPS).

Untuk itu, dirinya mengapresiasi ada pihak-pihak yang membantu dirinya dari segi dana. Ke depan dirinya juga akan mencari uang ‘saweran’ dari pihak-pihak yang ingin menjadikannya pemenang di Jawa Tengah. “Meskipun setiap orang iurannya sedikit-sedikit,” pungkasnya.

Sekadar informasi untuk maju di Pilgub Jawa Tengah, mantan penggiat anti korupsi ini telah mengantongi dukungan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 


(gwn/JPC)