Cabuli Anak Tetangga, Diringkus di Tempat Kerja

Winarno, 20, warga Desa Lawang, Kecamatan Lawang, tak bisa berkelit saat polisi menangkapnya di tempat kerjanya kemarin (11/10). Pemuda yang bekerja di perusahaan tekstil di Lawang ini mengakui beberapa kali melakukan aksi pencabulan terhadap gadis di bawah umur, sebut saja Mawar, 16, tetangganya sendiri. Menyusul laporan orang tua korban ke Polres Malang pekan lalu.

KEPANJEN – Winarno, 20, warga Desa Lawang, Kecamatan Lawang, tak bisa berkelit saat polisi menangkapnya di tempat kerjanya kemarin (11/10). Pemuda yang bekerja di perusahaan tekstil di Lawang ini mengakui beberapa kali melakukan aksi pencabulan terhadap gadis di bawah umur, sebut saja Mawar, 16, tetangganya sendiri. Menyusul laporan orang tua korban ke Polres Malang pekan lalu.

Jalinan asmara antara Winarno dan Mawar bisa dibilang kebablasan. Karena tinggal di desa yang sama, keduanya sudah saling mengenal sejak kecil. Meski Mawar masih di bawah umur, keduanya sudah mulai berpacaran sejak 2016 lalu. ”Sekitar setahun ini saya pacaran,” ujar Winarno saat ditemui di ruang Reskrim Polres Malang kemarin.

Sejak awal berpacaran, dia mengaku sudah melakukan ciuman dan pelukan. Meski awalnya korban sempat menolak, tetapi hal itu akhirnya dilakukan berulang kali. Bahkan, Winarno juga meminta kekasihnya mengirim foto dalam kondisi bugil. ”Ya karena pengen saja Mas, dan foto itu tidak saya sebarkan, hanya untuk koleksi sendiri,” kelit Winarno.

Gaya pacaran Winarno kian kebablasan. Pada awal 2017 lalu, dia memaksa Mawar untuk melakukan hubungan intim. Korban sempat menolak untuk diajak berhubungan intim. ”Saya berjanji akan menikahinya sehingga dia mau (dicabuli, Red),” imbuhnya. Parahnya lagi, selama ini Winarno mengaku sudah mencabuli Mawar lebih dari lima kali.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu menuturkan, pihaknya menangkap Winarno setelah keluarga korban melaporkan kasus dugaan pencabulan itu pekan lalu. Meski korban tidak dalam kondisi hamil, tetapi perbuatan pelaku dianggap sudah melampaui batas. ”Orang tua korban merasa curiga karena anaknya sering keluar bersama pelaku. Setelah didesak, korban mengakui telah dicabuli,” terang Azi.

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi rumah orang tua pelaku, tetapi tidak ketemu. Polisi baru bisa meringkus pelaku di tempat kerjanya kemarin. ”Pelaku akan dikenakan Pasal 81 Juncto 76 D, atau Pasal 82 Juncto Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan kurungan maksimal lima tahun,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Indah Setyowati