Butuh Tiga Minggu Teliti Abu

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim kemarin (23/1) memeriksa penyebab kebakaran di lokasi rumah toko (ruko) Sport Mania dan sejumlah ruko lain, di Jalan MT Haryono, Kota Malang. Untuk mengindentifikasi kebakaran sabtu (20/1) lalu itu, tim labfor Polda Jatim dibantu dibantu tim identifikasi Polres Malang Kota.

MALANG KOTA– Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim kemarin (23/1) memeriksa penyebab kebakaran di lokasi rumah toko (ruko) Sport Mania dan sejumlah ruko lain, di Jalan MT Haryono, Kota Malang. Untuk mengindentifikasi kebakaran sabtu (20/1) lalu itu, tim labfor Polda Jatim dibantu dibantu tim identifikasi Polres Malang Kota.

Dari pantauan koran ini, tim Labfor Polda Jatim tiba sekitar pukul 10.30 di lokasi. Lalu naik ke lantai dua untuk melihat kondisi ruko paska terbakar. Mereka terlihat serius mengecek-ngecek lokasi yang habis terbakar di lantai dua. Informasi dari Ketua Tim Labfor Polda Jatim, Kompol Hadi Purwanto, tim mengambil beberapa sampel kebakaran. ”Kami mengambil abu untuk dicek di laboratorium, ini untuk memastikan apakah ada kandungan bahan bakar atau tidak,” kata Hadi seusai pemeriksaan, Selasa lalu (23/1).

Masih menurutnya, bisa jadi sumber kebakaran dari korsleting listrik, sehingga perlu mengambil sampel tambahan.”Tidak hanya sampel abu, namun juga dari sumber yang panas seperti lampu penerangan dan instalasi kabel listrik,” imbuhnya.

Barang bukti yang diambil, akan dicek dan diuji di laboratorium. Waktu pemeriksaan tidak singkat. ”Hasil laboratorium kira-kira 3 pekan lagi, sehingga bisa diketahui penyebab kebakarannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, kebakaran hebat itu terjadi pada Sabtu (20/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Api diketahui muncul di lantai dua Sport Mania yang bersebelahan dengan toko Sport Station. Ruko Sport Mania sudah diasuransikan oleh pemiliknya.



Seperti diberitakan, pemilik ruko Sport Mania, Abdul Muni menyatakan, dari audit ter-update-nya, kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Sehari setelah kebakaran, di tokonya yang sudah gosong itu, dia menyatakan memberi potongan harga kepada pembeli yang sudah berjubel di ruko itu. Kebakaran ini pertamakali diketahui oleh Wahyu, salah seorang karyawan. Dia mendengar ada suara ledakan saat bersih-bersih. Sekitar pukul 09.05 WIB, percikan api yang diduga akibat korsleting listrik menyulut beberapa barang dagangan di gudang lantai II. Pukul 09.15 WIB Para karyawan berusaha memadamkan api, tapi tidak berhasil. Mereka keluar dan meminta tolong warga sekitar. Sekitar pukul 11.25 WIB, api berhasil dipadamkan setelah tujuh ruko di lantai II hangus terbakar.

Pewarta : Aris Syaiful
Penyunting : Irham Thoriq
Foto : Falahi Mubarok