Butuh Dua Jam Pastikan Isi Koper Misterius di Sukun

MALANG KOTA – Suasana lengang di Jalan Raya Keben II, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa malam (3/7) mendadak menjadi gaduh. Ini setelah ditemukan koper yang diduga berisi bom. Karena kehebohan tersebut, tim penjinak bom Brigade Mobil (Brimob) Datasemen B Ampeldento sempat turun ke lokasi untuk mengamankan koper tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, koper berwarna cokelat tersebut ditemukan Sekretaris Kelurahan Bandungrejosari Rahman, sekitar pukul 20.10 WIB.

Melihat koper mencurigakan tersebut, dia langsung memanggil warga dan petugas kepolisian. Tak lama, petugas Polres Malang Kota dan tim penjinak bom Brimob Datasemen B Ampeldento mengamankan lokasi.

Di tempat kejadian perkara (TKP), warga sudah menduga-duga, jika koper tersebut berisi bom. Lantaran, koper yang ditemukan di pinggir jalan itu disebut-sebut baru terlihat warga malam itu.

”Nggak tahu, ini kata orang-orang isinya bom,” jelas Syafi’ie, 24, salah seorang warga saat ditemui di TKP.



Petugas terlihat sangat berhati-hati ketika melakukan evakuasi. Terhitung, proses penjinakan bom butuh waktu dua jam. Para petugas terlihat merayap dan memakai alat detector untuk memastikan isi koper tersebut. Hanya saja, petugas dan anjing pelacak tidak menemukan sinyal berbahaya dari koper tersebut.

Karena inilah, tim langsung membuka koper tersebut. ”Kosong, tidak ada isi,” kata petugas penjinak bom. Koper tersebut langsung dibawa ke Polres Malang Kota.

Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta menyatakan, kepolisian sudah menuntaskan penjinakan bom sesuai prosedur. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta keterangan saksi. Termasuk Rahman yang melintas di jalan itu dan menemukan pertama kali koper mencurigakan itu.

”Semua sudah dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur,” imbuhnya.

Lalu, apa yang ditemukan polisi dengan koper yang ditemukan di pinggir jalan tersebut? Anang menyebut jika koper itu memang dibuang. Pemilik sengaja membuang koper tersebut karena sudah rusak.

”Kami menduga koper tersebut dibuang pemilik karena sudah rusak,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Rubianto