MALANG KOTA – Animo warga memilih moda transportasi double decker cukup tinggi. Bus tingkat yang melayani rute Malang–Jakarta tersebut tidak pernah sepi penumpang. Selain bakal ada tambahan armada baru, bus double decker juga melayani rute anyar.

Tak heran jika kehadiran bus yang sudah beroperasi sejak pertengahan tahun lalu itu masih menjadi primadona di Terminal Arjosari. Bus double decker milik Lorena-Karina ini masih menjadi incaran penumpang, baik saat liburan maupun hari-hari biasanya. Kepala Lorena Terminal Arjosari Muhammad Shokeh menjelaskan, antusiasme warga Malang yang ingin menaiki bus ini cukup stabil. ”Nggak perlu nunggu waktu lama, kursi double decker langsung penuh, terutama saat akhir pekan,” ujarnya.

Setiap hari di luar musim liburan,  ketersediaan kursi penumpang bus double decker hingga mencapai 80 persen. ”Tidak pernah sepi dan selalu hampir penuh setiap harinya,” tambah dia.

Jumlah kursi di dalam bus jumbo ini ada 44 seat. Sebanyak 34 kursi berada di bawah, 10 kursi di atas.

Bus yang melayani rute AKAP (antar kota antar provinsi) Malang–Jakarta dan Madura–Jakarta  ini dibanderol dengan harga Rp 340.000. Harga tiket tersebut lebih mahal dari tarif bus eksekutif yang rata-rata dibanderol Rp 315.000. ”Harga ini sudah harga tetap dan belum berubah sejak diluncurkan pada Juni 2017,” tambahnya. Untuk harga tiket yang bisa berubah menjelang pertengahan 2018 seperti musim Lebaran maupun libur sekolah, Shokeh mengakui, belum mengetahui secara pasti adanya kenaikan tiket double decker ini.

Namun untuk rencana penambahan unit, Shokeh menyatakan, sudah ada rencana penambahan 12 unit. ”Rutenya baru kemungkinan Malang–Madura yang nambah. Namun, ada jalur baru lain Banyuwangi dan Jember juga akan ada double decker,” tambahnya.

Meskipun lebih mahal daripada kelas eksekutif dan supereksekutif, nyatanya banyak warga Malang yang lebih suka menaiki double decker. Selain menawarkan sensasi susun sejumlah fasilitas juga ada di dalamnya. ”Ada fasilitas TV per seat yang dilengkapi audio serta ada charger HP,” ujar Shokeh. Dia juga menyatakan, bus double decker ini lebih terasa longgar dari armada bus eksekutif dan bisnis. Fasilitas lain yang didapatkan adalah smoking area di lantai kedua dan dispenser air.

Pewarta : NR2
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Darmono