Bursa Bakal Calon Bupati PDIP : Dari Anak Tukang Tambal Ban, Pengusaha, hingga Sekda

KABUPATEN MALANG – Sebagai satu dari dua partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Malang, PDIP memiliki daya tarik di mata orang-orang yang berencana maju pada pemilihan bupati (pilbup) 2020. Apalagi, PDIP melakukan penjaringan bakal calon secara terbuka.

Hingga Jumat (6/9), sudah ada tiga orang yang mendaftar ke PDIP. Yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono yang mendaftar di hari Kamis (5/9), disusul oleh dua orang di hari Jumat (6/9).

Adalah pengusaha NZR Group Wiebie Dwi Andriyas yang menjadi pendaftar pertama di hari Jumat. Wiebie datang pada pukul 9.30.

“Saya termotivasi untuk memberikan perubahan positif bagi tanah kelahiran. Saya punya visi menjadikan apa yang yang sudah baik agar lebih baik lagi. Baik pariwisata, pendidikan, ekonomi dan pengembangan desa,” singkatnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pertina Kota Malang ini mengaku datang sebagai putra daerah.

Menyusul Wiebie, Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang kembali ramai ketika Wahyu Eko Setiawan (WES) datang sekira pukul 10.30 siang.

Berbeda dengan Wiebie, WES awalnya berniat untuk mencalonkan diri lewat jalur independen. Namun, belakangan, rencananya berubah. Dia pun berniat maju melalui jalur partai.

“Awalnya saya ingin maju lewat jalur independen,? tapi saya kurang memenuhi dukungan pengumpulan KTP. Saya tak bisa penuhi syarat pengumpulan 140 ribu KTP,” tandas pria yang mengaku sebagai anak tukang tambal ban ini.

Mengapa memilih PDIP? Wahyu mengaku sebagai kader PDIP sejak lama. Ia mengusung semangat nasionalisme dan anti korupsi.

Wakil Bidang Komunikasi Politik DPC PDIP Kabupaten Malang, Santoko mengantakan Jumat ini, sudah ada 3 pendaftar sejak dibukanya pendaftaran.

“Hingga sore sudah ada 3 pendaftar. Semua kami tampung, dan tidak memberikan perbedaan perlakuan, baik berasal dari internal maupun eksternal partai. Namun secara administratif ada perbedaan yang ada di form data diri,” tukasnya.

Pewarta: Elfran Vido

Foto: PDIP Kabupaten Malang

Editor: Indra M