Buron Kasus Pembunuhan Tanah Merah Kenjeran Menyerah

JawaPos.com – Misteri pembunuhan Soeprayitno, warga Tanah Merah, pada Jumat (10/5) akhirnya tersingkap. Setelah pelaku utama, Choirul Anwar, ditangkap pada Senin (13/5). Satu pelaku lainnya menyerah pada Kamis malam (16/5).

Pelaku lainnya adalah Mansyur, warga Bulaksari, Wonokusumo. Mansyur adalah kakak Choirul Anwar, 32, warga Bulak Sari, pelaku utama. Kendati demikian, polisi belum bisa menetapkan Mansyur sebagai tersangka.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menyebut, Mansyur selama ini tidak melarikan diri ke mana-mana. “Dia ada di rumah,” kata perwira kelahiran Malang tersebut.

Meski sudah menyerahkan diri, keterlibatan Mansyur dalam perkara pembunuhan tersebut masih didalami polisi. Dia tidak bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, ada perbedaan keterangan antara pelaku utama dan juga keterangan yang diberikan Mansyur.

Ketika diajak Anwar mencari Soeprayitno malam itu, Mansyur mengaku tidak tahu apa-apa. Dia hanya ikut. Sebab, menurut pengakuannya kepada polisi, Mansyur diajak Anwar hanya untuk ketemu rekannya. Bukan untuk menagih utang. “Bahkan, ketika peristiwa pembacokan terjadi, Mansyur sempat melerai,” jelas Agus.

Meski begitu, keterangan tersebut tidak membuat polisi puas. Mereka terus mengembangkan kasus pembunuhan yang menimpa warga Jalan Sidotopo tersebut. Terutama untuk mengetahui motif pembunuhan yang dilakukan. Apakah karena utang piutang, urusan parkir, politik, atau asmara, polisi belum bisa menyimpulkan. “Kami saja masih bingung apa yang melatarbelakangi pembunuhan ini,” tambahnya. “Kami belum bisa menyimpulkan motifnya,” lanjut Agus.

Alasannya, ada perbedaan keterangan antara Anwar dan Mansyur. Salah satunya soal ajakan tadi. Berdasar pengakuan Anwar dalam rilis beberapa waktu lalu, dia mengaku mengajak Mansyur untuk mencari korban dengan tujuan menagih utang. Namun, pengakuan Mansyur tidak demikian. Dia mengaku hanya diajak Anwar untuk ketemu teman.

Bukan hanya itu, belakangan juga diketahui keterangan yang diberikan Anwar tidak sesuai. Mansyur bukanlah teman yang baru dikenal Anwar di giras. “Belakangan mereka mengakui ada ikatan keluarga. Mansur ini kakaknya Anwar. Karena perbedaan-perbedaan keterangan inilah, kami belum bisa menyimpulkan motifnya,” tambah Agus.

Sementara itu, rencananya rekonstruksi dilakukan dalam waktu dekat. Tujuanya, memudahkan polisi mengetahui motif pembunuhan oleh pelaku. Selain itu, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui pembunuhan tersebut berencana atau tidak. “Rekonstruksinya masih nunggu jaksa. Hari ini (kemarin, Red) rencananya prarekonstruksi dulu di mako,” ucap lulusan Akpol 2000 tersebut.