Bupati Kudus H. Musthofa Raih Leadership Award 2017 Sinergi Jawa Pos

Hal ini disampaikan ketika memberikan sambutan pada Innovative Government Award dan Leadership Award 2017 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (18/12) lalu. Penghargaan ini, diberikan pada 23 daerah (tiga pemprov, 10 pemkab, dan 10 pemkot) dengan inovasi terbaik. Serta 24 daerah (lima gubernur, tujuh wali kota, dan 12 bupati) dengan kepemimpinan terbaik.

Bupati Kudus H. Musthofa adalah salah satu bupati terbaik dan terpilih untuk meraih Leadership Award 2017. Penilaiannya adalah keberhasilan membangun daerah dan mampu membuat kebijakan untuk kemanfaatan serta kemaslahatan bagi masyarakat.

Mendagri menilai, Bupati Kudus H. Musthofa adalah sosok yang bagus sebagai bapak UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dan koperasi. Karena dinilai mampu menggerakkan, mengorganisasi, dan memberdayakan masyarakat melalui UMKM di Kudus.

”Sebagian besar masih didominasi kepala daerah sosok lama yang sudah sering meraih prestasi. Salah satunya Bupati Kudus sebagai Bapak UMKM dan Koperasi,” papar mendagri.



Termasuk dalam hal inovasi. Mendagri terus mendorong adanya kreativitas kepala daerah untuk berinovasi dan menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat. Apalagi di era teknologi yang kini serba online. ”Silakan berinovasi apapun. Kepala daerah jangan malu mengadopsi dari daerah lain,” pesannya.

Kriteria lain leadership award adalah mampu memajukan daerahnya sesuai harapan masyarakat dan menciptakan pemerintahan yang bersih. Serta pengalaman dan penghargaan dalam memimpin daerah, tidak terkena masalah, dan monitoring hasil media.

Sedangkan penilaian ini tidak dilakukan oleh Kemendagri. Melainkan dilakukan guru besar, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), profesional, serta mempertimbangkan media yang diketuai oleh Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA. Dan seluruh proses dilakukan secara ketat dan profesional.

”Saya mengucapkan selamat kepada para lepala daerah yang berprestasi. Ini harus terus ditingkatkan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Tjahjo.

Bupati Kudus yang menerima penghargaan ini secara langsung dari mendagri mengatakan, yang terpenting dari raihan ini adalah untuk pelayanan masyarakat. Tentunya akan menjadi motivasi tersendiri dalam pelayanan dan bukan akhir sebuah capaian.

Kepala daerah dua periode ini menilai, keberhasilannya memimpin Kudus bukan sekadar prestasinya seorang diri, tetapi berkat kerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kudus. Karena pada prinsipnya, kepala daerah hanya menjadi manajer untuk melayani dan memenuhi harapan masyarakat. ”Ibarat sebuah orkestra, saya ini sebagai dirijen,” kata Bupati yang bergelar doktor ilmu sosial ini.

Menyinggung tentang UMKM, cita-cita bupati yang menciptakan kebaruan fleksibilitas relasional akulturatif (FRA) ini, ingin agar UMKM Kudus bisa menasional dan menguasai dunia. Ini butuh sebuah kepiawaian seorang kepala daerah. ”Jika bisa mengolaborasikan FRA ini dengan baik, UMKM bisa maju dan naik kelas,” kata bupati yang telah banyak menerima penghargaan bidang ekonomi dan marketing ini.

Bagaimana sebuah usaha bisa semakin maju manakala ada keluwesan dan tidak kaku. Selain itu, harus ada hubungan baik jangka panjang dan menghargai budaya, termasuk budaya lain sebagai kombinasi dalam sebuah produk. 

(ks/lin/top/JPR)