JawaPos.com – Korban tewas akibat pembakaran rumah di Jalan Prapatan Dalam, Kelurahan Telagasari, Balikpapan Kota, pada Senin (3/12) lalu bertambah. Sebelumnya, Gatri, 58, serta anaknya, Tono, 17, ditemukan tewas terpanggang di dalam rumah tersebut saat kebakaran terjadi.

Kini, adik kandung Gatri, Garini, 55, juga mengalami nasib yang sama. Ia meninggal dunia di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Jenazahnya pun telah dikebumikan di TPU Telindung, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Kamis (6/12) pagi.

Kepada awak media, Sulis, 38, anak Garini, mengatakan, ibunya itu mengembuskan nafas terakhirnya di RSKD, Rabu (5/12), sekira Pukul 16.46 Wita. Ia meninggal setelah dirawat intensif di ruang ICU sejak dua hari sebelumnya.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Sumarji, di Jalan Prapatan Dalam, RT 5, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, yang terbakar kemarin, Senin (3/12). (ANGGI PRADITHA/Kaltim Post/Jawa Pos Group)

“Lukanya 100 persen, Pak. Hampir seluruh tubuh mengalami luka bakar,” katanya saat ditemui di kediamannya, Jalan Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, dikutip dari Prokal.co/Kaltim Post (Jawa Pos Group), Jumat (7/12).

Menurutnya, kondisi Garini sempat membaik pada Selasa (4/12). Namun kondisinya mengalami penurunan sejak kemarin pagi. “Dua hari sebelumnya sempat saya ajak bicara. Bisa aja bicara, tapi enggak lancar. Baru kemarin menurun lagi (kondisinya),” tambahnya.

Wartawan Prokal.co (media online Kaltim Post Group) sempat menengok Garini di RSKD, 46 menit sebelum ia dikabarkan meninggal dunia. Dia dirawat terpisah dari pasien lainnya di ruang ICU. Berada di tempat khusus di ruang pojok sebelah kiri.

Dari balik kaca, terlihat, Garini terbaring tak berdaya di atas ranjang tidur. Tubuhnya ditutupi perban putih dan dilapisi selimut hijau.

(jpg/est/JPC)