Bunga Krisan Fiji dan Aster Batu Banyak Diminati

Bunga krisan yang mampu bertahan cukup lama setelah dipotong menjadikan bunga ini banyak dimanfaatkan untuk hiasan dan dekorasi. Tak heran jika sebagian petani di Batu mulai banyak yang membudidayakan jenis bunga ini. Terutama krisan fiji dan aster.

AWET: Rudianto memanen bunga krisan Dusun Sanrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, kemarin (8/4).

Bunga krisan yang mampu bertahan cukup lama setelah dipotong menjadikan bunga ini banyak dimanfaatkan untuk hiasan dan dekorasi. Tak heran jika sebagian petani di Batu mulai banyak yang membudidayakan jenis bunga ini. Terutama krisan fiji dan aster.

Pada krisan jenis fiji, dalam satu batangnya terdapat beberapa kuncup bunga, sedangkan aster hanya ada satu bunga. Untuk harganya, terdapat selisih seribu rupiah per ikat yang biasanya berisi 10 tangkai.

”Kalau Fiji harganya Rp 11 ribu dan aster Rp 10 ribu per ikat,” kata Rudianto, petani bunga krisan Dusun Sanrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, di sela-sela panen, kemarin (8/4).

Menurutnya, bunga itu diminati karena mampu bertahan relatif lama dibandingkan bunga potong lainnya. Bunga tersebut sebagian besar digunakan untuk dekorasi pernikahan, hotel, restoran, dan acara pemerintahan. ”Bunga ini tidak mudah layu. Tampak tetap segar meski sudah dipotong beberapa hari,” ucap pria 45 tahun itu.

Namun, cuaca tak menentu akhir-akhir ini membuat bunga mudah rusak jika tak dirawat secara intensif. Cara yang paling mudah untuk merawatnya, dengan memberi penutup plastik di bagian atas bunga (sistem green house). ”Kalau tidak (ditutupi), mudah busuk bunganya,” tandas dia.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Achmad  Yani
Fotografer: Rubianto