Bunga Banyak Mati, Minta Taman Disiram Sinergi Jawa Pos

SITUBONDO – Taman-taman di sekitar kota Situbondo dinilai tidak terawat. Ketika pemerintah membuatnya, terkesan dibiarkan begitu saja. Dampaknya, tanaman bunga banyak yang mati.

Amir, salah satu warga mengatakan, di beberapa tempat dirinya sering menemukan taman-taman dengan kondisi memprihatinkan. Jika bunganya tidak layu, pelengsengannya rusak. “Coba diperhatikan di sekitar kota. Seperti di pembatas-pembatas jalan itu,” katanya.

Makanya, dia berharap agar dilakukan perawatan. Bunga-bunga yang layu agar dilakukan penyiraman. Amir meminta agar hal tersebut menjadi perhatian. “Setiap hari disiram biar tidak mati,” ujarnya.

Amir mengaku, Pemkab Situbondo melalui SKPD terkait jarang sekali melakukan penyiraman bunga-bunga yang ada di taman. Dia mengatakan hanya melihat sesekali ada pemberian air terhadap tanaman bunga tersebut. “Sia-sia kalau tidak dirawat,” katanya. 

Kabid Pertanaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Situbondo, Ali Munir tidak bisa dimintai tanggapan. Dihubungi beberapa kali melalui sambungan telepon tidak bisa. HPnya tidak aktif.

Pernyataan jarang dilakukan penyiraman taman bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Pantauan wartawan koran ini kemarin (04/01), terlihat ada satu armada mobil yang keliling kota melakukan penyiraman ke seluruh taman bunga. 

Salah satu petugas mengaku, penyiraman taman saat ini dilakukan dua kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari. “Ini sesuai perintah yang saya terima dari atasan,” kata pria yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Dia berpendapat, intensitas penyiraman memang harus lebih banyak. Apalagi beberapa hari ini hujan tidak pernah turun. “Kalau tidak hujan pasti disiram setiap hari. Saya yang keliling,” katanya.