Bule Estonia Naik ke Kawah Gunung Agung, Turun dengan Terjun Payung Sinergi Jawa Pos

Ditemui di pengungsian Pasar Menanga, pria yang mengaku Mantan Polisi Militer yang pensiun lima tahun lalu itu, mendaki Gunung Agung Kamis (28/12) melalui Pura Pengubengan Besakih pukul 22.30 wita dengan mengandalkan bantuan GPS, meskipun sempat kesasar.

Ia kemudian sampai di puncak sekitar pukul 05.00 Jumat (29/12) sebelum  asap muncul. Sebelum mendaki Gunung Agung, Rassa mengaku diantar oleh temannya. “Dan sekarang saya menunggu jemputan dari teman dari Candidasa,” ujarnya menggunakan bahasa Inggris.

Ia menambahkan jika sudah 10 hari berada di Bali dan menginap di Ita Beach Vilage Candidasa. Setelah sampai puncak, Rassa pun memulai penerbangan dari puncak kedua kemudian mendarat di Setra Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem sekitar pukul 07.28 wita.

Saat ditanya apa yang dilakukan di puncak Gunung Agung, dirinya pun mengaku hanya mengambil foto dan video dari kawah Gunung Agung, namun apa yang ia foto dan ia rekam hanya untuk konsumsinya pribadi.

“Saya merekam menggunakan Gopro dan Handphone, tetapi itu rahasia hanya untuk konsumsi pribadi,” imbuhnya sembari mengaku ia nekat mendaki karena penasaran akan kondisi Gunung Agung.

Diakuinya bahwa ia sudah berpengalaman dalam mendaki gunung, bahkan ia sempat mendaki Gunung di Perancis sebelum ke Bali, Indonesia. Sayangnya ia enggan menyampaikan pengalaman apa yang ia dapatkan saat mendaki Gunung Agung. “No comment,” lanjutnya.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, ia mengatakan jika di atas Gunung Agung masih ada lima hingga enam orang pendaki yang sempat terkena lampu senter yang ia bawa. Ia pun memprediksi jika kedalaman kawah Gunung Agung sekitar 100 meter.

Aksi landing Rassa pun menjadi tontonan warga sebanyak 50 Orang yang kebetulan ada di sekitar TKP.

Sementara itu, menurut salah seorang sumber di lapangan, bule tersebut mendaki Gunung Agung tanpa sepengetahuan petugas penjaga karena naik pada malam hari. “Padahal jika nanti terjadi hal yang buruk di atas kita menjadi repot. Penjagaan kurang ketat dan saat naik, tamu biasa memilih malam hari saat penjaga sudah pulang,” tegasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)