Bukti Cinta Kabinet Kerja ke Unisma. Apa Itu?

Presiden RI Joko Widodo melambaikan tangan kepada ribuan peserta di Unisma kemarin (29/3). Tampak Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakri MSi (kiri, berkopiah) dan Sekretaris Kabinet Kerja Pramono Anung (kanan, berkacamata) ikut mendampingi.

MALANG KOTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka pidatonya dengan ger-geran. Meski pidato itu sering disampaikan di banyak tempat, tapi tetap saja membuat para audiens yang hadir di gedung bundar Universitas Islam Malang (Unisma) kemarin (29/3) terkekeh.

”Saya lahir tahun 1961, Partai Komunis Indonesia (PKI) dibubarkan pada 1965. Emang ada PKI balita?,” ucapnya disambut gemuruh gelak tawa dan tepuk tangan para peserta studium generale.

Dalam acara kemarin, Jokowi tidak hanya berpidato dengan tema Islam Nusantara dan Keutuhan NKRI, tapi juga meresmikan gedung bundar Al Asyari dan gedung Umar Bin Khattab. Dua gedung ini menjadi kebangaan baru Unisma. Gedung bundar misalnya, dengan menelan anggaran sekitar Rp 90 miliar, gedung ini bisa menampung sekitar 7.000 orang.

Dalam pidatonya, Jokowi meminta masyarakat untuk menjaga kebhinekaan. Menurut dia, tantangan bangsa kita saat ini adalah mempertahankan toleransi antarkelompok, persatuan dan kesatuan, kerukunan, persaudaraan, dan ukhuwah.

”Karena dalam setiap kebhinekaan selalu melekat kebudayaan,” imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat gubernur DKI Jakarta ini juga tidak lupa mengucapkan selamat kepada Unisma yang pada bulan ini berulang tahun ke-37.

”Semoga semakin sukses, jaya, menjadi rujukan kemajuan bangsa dan menjadi rujukan Universitas Islam yang rahmatan lil alamin,” ucap bapak tiga anak ini.

Sebagaimana di acara-acara biasanya, dalam acara kemarin Jokowi tidak lupa memberi hadiah sepeda ontel. Saat itu, dia meminta mahasiswa angkat tangan. Hampir semua mahasiswa angkat tangan. Akhirnya, dia menunjuk salah seorang mahasiswi bernama Iik Sakinah.

Dia langsung berlari dan bersalaman dengan Jokowi. Dia terlihat enggan melepas jabat tangan itu karena begitu senangnya.

”Ayo coba sebutkan isi Pancasila,” tanya Jokowi. Sakinah berhasil menyebutkan isi Pancasila dengan mulus. Dia juga mendapatkan sepeda gunung.

Kepada wartawan, Sakinah mengaku sangat senang bisa bertemu dan berjabat tangan dengan presiden. Bahkan, dia menyebut, Rabu malam dia melakukan salat Tahajud serta membaca salawat. Dia juga menuliskan nama Mr Jokowi di dinding kamarnya.

Harapannya, agar dia bisa bertemu langsung dan mendapatkan hadiah. ”Akhirnya itu terwujud. Tadi (kemarin) juga diguyoni Pak Presiden sebelum dikasih sepeda,” ucapnya sambil tersenyum. ”Ya sudah karena hafal isi Pancasila, acara saya tutup saja,” kata Jokowi yang membuat suasana semakin gayeng.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakri MSi menyatakan, kalau Unisma adalah universitas NU terbesar di dunia. Di kampus ini, tiada hari tanpa kreasi dan prestasi.

”Nanti kami buat perpustakaan di gedung bundar ini dengan dana Rp 5 miliar yang akan diberi nama Perpustakaan Joko Widodo,” kata Masykuri dalam sambutannya.

Masykuri juga menyebut kalau kabinet kerja yang dipimpin Joko Widodo begitu cintanya kepada Unisma. Sebelum Jokowi datang, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pernah meresmikan empat gedung baru pada 2015.

”Ini membuktikan kecintaan kabinet kerja kepada Unisma,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah peresmian gedung, Jokowi sempat melihat hasil karya mahasiswa yang dipajang di stan samping gedung. Didampingi Masykuri, Jokowi diperkenalkan sejumlah produk mahasiswa seperti keripik, batik, kerajinan tangan, dan lain-lainnya.

Dalam acara kemarin, Jokowi didampingi sejumlah pejabat. Di antaranya, Sekretaris Kabinet Kerja Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Umum PPP Rohmahurmuziy, dan lain-lainnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka