Bukan Seumur Hidup, Jaksa Tuntut ZA, Pelajar Pembunuh Begal Dibina di Lembaga Sosial Selama Setahun

KABUPATEN MALANG – ZA, 17, Pelajar yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap begal punya kans terbebas dari hukuman penjara seumur hidup.

Dalam sidan yang digelar di PN (Pengadilan Negeri) Kepanjen, Selasa (21/1), JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut ZA dengan ‘hukuman’ pembinaan selama satu tahun. J

aksa menuntut agar ZA dibina di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Di Kabupaten Malang, LKSA berada di Darul Aitam di Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak.

“Menyatakan ZA telah terbukti dan secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana diatur dalam pasal 351 KUHP,” urai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kristiawan S, SH.

Dalam tuntutannya, jaksa menjatuhkan pidana yang dirupakan pembinaan dalam lembaga di Wajak selama setahun.

Barang bukti yang disertakan dalam tuntutan antara lain sepeda motor Vario, sandal jepit, senter, pisau dapur berukuran 30 cm, 1 jaket warna hitam, 1 sarung hitam, dan 1 celana jeans tiga perempat berwarna biru.

Menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum, Bakti Riza Hidayat, kuasa hukum ZA mengatakan bakal mengajukan pledoi untuk dibacakan besok Rabu, (22/1).

“Soal isi dari pledoi, sementara waktu belum bisa kami jelaskan hari ini. Tapi kami akan terus berusaha sampai  anak ini bebas dari semua jeratan hukum, yang paling mungkin. Kami harap dia dikembalikan ke orang tuanya saja,” singkat Bakti usai keluar dari ruang sidang PN Kepanjen Kabupaten Malang.

Sebagai informasi tambahan, agenda sidang hari ini molor. Dari yang sebelumnya dijadwalkan pagi, molor sampai pukul 15.00 WIB baru dimulai. Bakti menyebut molornya sidang itu dikarenakan jaksa perlu waktu tambahan untuk menyusun tuntutan.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido

Editor : Indra M