Bukan Kelebihan Beban, Pengelola Ungkap Penyebab Ambruknya Wahana Pasar Malam Stadion Kanjuruhan

KEPANJEN – Peristiwa ambruknya salah satu wahana hiburan pasar malam di Stadion Kanjuruhan Sabtu, (8/6) malam kemarin ditanggapi oleh salah satu petugas Putra Cahaya yang notabene adalah penanggung jawab pusat hiburan tersebut.

Roy, salah satu pekerja pasar malam tersebut mengatakan, peristiwa tersebut disebabkan oleh aliran listrik yang mati sehingga membuat wahana tidak seimbang dan akhirnya roboh.

“Waktu listriknya mati, penumpang ada yang loncat jadi ayunannya jadi tidak seimbang dan roboh,” cerita Roy.

Kabar robohnya wahana kursi terbang yang ada di sana tersebut memantik reaksi dari netizen untuk ikut menyebarkan peristiwa naas ini lewat video maupun foto dan cerita.

Dugaan awal dari warga yang ada di lokasi, wahana permainan tersebut ambruk akibat kelebihan beban dan tidak seimbang saat beroperasi. Lima orang pun jatuh dan mengalami luka-luka akibat insiden ini yaitu Halimatus Shadiah tahun asal Wonokerso, Kabupaten Malang, Yosifa Nesya Fariska dan Biola asal Poncokusumo, Dewi, asal Cepokomulyo dan Sifa, asal Batam. Kelima korban sendiri didominasi remaja dan anak anak berusia di bawah 20 tahun.



“Saya kerja di permainan itu dan pihak kami sudah bertanggung jawab kepada para korban,” tambah Roy.

Mereka berlima langsung dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen usai kecelakaan tersebut. Hingga Senin, (10/5) rombongan hiburan malam beserta wahana permainan tersebut masih terlihat di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia