Bukan Coret-Coret Biasa

Kemahiran sahabat Silvia Nida Ul Qoiroh Suyanto dalam menggoreskan pensil di atas kertas tak perlu diragukan lagi. Dari  keterampilan itulah, perempuan berusia 22 tahun itu banyak menghasilkan desain baju dan gaun. ”Kalau menggambar sudah sejak sekolah dulu, dari hanya coret-coret di buku sekolah,” kata dia. Dari kebiasaan itulah, dia mulai serius membuat sesuatu yang lebih menjual.

Kemahiran sahabat Silvia Nida Ul Qoiroh Suyanto dalam menggoreskan pensil di atas kertas tak perlu diragukan lagi. Dari  keterampilan itulah, perempuan berusia 22 tahun itu banyak menghasilkan desain baju dan gaun. ”Kalau menggambar sudah sejak sekolah dulu, dari hanya coret-coret di buku sekolah,” kata dia. Dari kebiasaan itulah, dia mulai serius membuat sesuatu yang lebih menjual.

Secara umum, gadis asal Desa Pesanggrahan, Kota Batu, itu belajar tentang fashion secara otodidak. ”Saya lihat dari internet, di YouTube ada banyak tutorial. Dari situ saya belajar, bagaimana teknik yang bagus dan benar,” paparnya. Karena kemahirannya itu, tidak sedikit yang menggunakan jasanya.

”Lumayan seringlah (dapat pesanan),” terang Silvia–sapaannya. Tambahan pundi-pundi pendapatan pun bisa dia dapatkan. Melihat lebih dalam, bakatnya itu sebenarnya ditularkan ibunya yang juga menjadi perias pengantin. ”Dan banyak yang saya kembangkan sendiri juga,” imbuhnya. Sinergi ibu dan anaklah yang terjadi di keluarganya saat ini.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Bayu Mulya
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto :Silvia Nida