Budidaya Lele Hingga Siram Buah Pakai Air Wudhu, Ini Inovasi SMPN 6 Malang di GSF 2019

KOTA MALANG – Dalam gelaran GSF (Green School Festival) 2019, SMPN 6 Malang rupanya kaya inovasi. Mulai dari pengolahan air kotor, barang bekas, hingga budidaya ikan dan lele.

Budikdamber (budi daya ikan dalam ember) misalnya. Inovasi ini mengajak siswa untuk budidaya ikan lele di dalam kaleng cat bekas. Puluhan kaleng cat itu diletakkan di depan seluruh ruangan kelas 9.

“Ada 256 anak di kelas 9. Cat itu milik kelompok, masing-masing 5 anak. Nantinya lele itu juga diolah oleh mereka, misalnya jadi kripik kulit lele,” ujar Kepala SMPN 6 Malang, Risna Widyawati, S.Pd.

Eits, inovasi ini juga terintegrasi dengan mata pelajaran prakarya. Kaleng cat itu dimodifikasi siswa dengan ragam tumbuhan yang melingkar di dalam kalengnya. “Dilihatnya kan enak, cantik pula,” imbuhnya.

Di lantai 3, sekolah yang terletak di Jalan Kawi ini juga membuat inovasi tabulampot (tanaman buah dalam pot). Puluhan pot tanaman apel, jeruk, alpukat, hingga kelengkeng.

“Ini kami bibitnya dibantu oleh Balijestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika. Dulu di sini lahan kosong kayak gudang,” sambungnya.

Sebagian besar tanaman di SMPN 6 pun diberi label barcode. Label tersebut jika discan di gadget menggunakan QR Code application bakal mengeluarkan deskripsi. Dari jenis sampai fungsi, semuanya tersaji.

“Untuk penyiraman tanaman-tanaman itu, kami memanfaatkan air bekas wudhu. Jadi airnya ini disaring, lalu ditandon dan disiramkan ke tumbuhan yang ada,” bebernya.

Sementara, Juri GSF Rina Karyati mengakui bahwa memang SMPN 6 Malang memiliki inovasi yang apik. Hampir seluruh isu dikuasai dengan baik oleh siswa. Pun dengan orang tua yang cukup aktif membantu.

“Meskipun ada beberapa isu yang masih kurang detail sebenarnya dijelaskan. Tapi saya rasa sudah cukup bagus,” ungkapnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia