Budaya Pertanyaan 'Horor' Bagi Para Lajang Saat Lebaran

JawaPos.com – Kapan kawin? Dua kata yang paling mendebarkan bagi para lajang ketika Lebaran. Momen berkumpul bersama keluarga pasti membuat para lajang tak bisa berkutik lagi mendengar pertanyaan itu.

Sebetulnya tak hanya persoalan ‘kapan nikah’. Pertanyaan lainnya seputar anak bagi pasangan yang belum memiliki momongan. Atau pertanyaan bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan usai lulus sekolah juga menimbulkan rasa cemas.

Pengamat Sosial dari Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai pertanyaan-pertanyaan ‘menakutkan’ seperti itu tak bisa dipungkiri akan membuat hati sang target berdebar. Seolah takut untuk berkumpul bersama keluarga.

“Ranjau pertanyaan yang sering membuat hati berdebar di kala lebaran seperti kapan kawin, kapan punya anak dan sebagainya merupakan bagian dari ciri-ciri masyarakat komunal, yang mengedepankan hubungan kolektif sosial di antara para individunya,” jelas Devie kepada JawaPos.com, Selasa (4/6).



Menurut Devie, pada masyarakat kolektif, ‘Kita’ menjadi mantra utama dibandingkan ‘aku’. Dampak dari semangat kolektif ini, membuat kehidupan pribadi pun menjadi konsumsi bersama bagi publik.

“Hal ini yang mengakibatkan bukanlah hal yang tabu atau tidak santun ketika menanyakan hal-hal pribadi kepada setiap orang. Rasa memiliki yang kuat ini tidak hanya akan berakhir pada sebatas pertanyaan,” jelas Devie.

Namun, menurut Devie, telah hadir generasi Indonesia baru, yang sudah terpapar budaya global khususnya barat yang lebih individualis. “Sehingga pertanyaan yang bersifat pribadi membuat generasi ini merasa terganggu,” tuturnya.

Kesimpulannya, kondisi saat ini telah terjadi benturan budaya antara generasi yang mulai memegang prinsip individualisme dengan generasi yang tetap berpegang pada tradisi kolektif. Nah, Anda termasuk kelompok yang mana?

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani