Bubarkan Demonstran, Polisi Hongkong Mulai Gunakan Water Cannon

JawaPos.com – Polisi huru-hara Hongkong meningkatkan tekanan terhadap demonstran. Biasanya mereka menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Minggu (25/8), untuk kali pertama, mereka mengerahkan water cannon. Mereka juga diduga menembak dengan peluru tajam.

“Sepengetahuan saya, yang menembak itu adalah polisi berseragam,” ujar seorang anggota kepolisian Hongkong yang dikutip Agence France-Presse. Menurut dia, polisi yang bersangkutan hanya menembak satu kali.

Aksi massa kemarin memang tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya. Massa yang datang ke stadion di Tsuen Wan membeludak. Massa garis keras mulai mengambil batu di sepanjang jalan untuk dilemparkan ke polisi. Saat itulah water cannon dikerahkan. Massa sudah diperingatkan, tapi tetap maju. Water cannon itu terbukti tak mempan untuk mengusir demonstran. Beberapa orang tetap melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi.

“Kami memiliki keyakinan pada diri sendiri dan kota ini bahwa suatu hari keinginan kami akan terjawab,” tegas Peter, seseorang demonstran.

Untuk menghentikan arus massa, pemerintah Hongkong menghentikan sementara pengoperasian kereta metro di Tsuen Wan. Sudah dua hari layanan kereta metro dihentikan. Aksi Sabtu (24/8) juga ricuh. Saat itu 29 demonstran ditahan. Strategi penghentian layanan tersebut terbukti tidak efektif. Sebab, massa yang berkumpul tetap masif. Polisi juga menyatakan, ada sepuluh orang yang dirawat di rumah sakit setelah aksi Sabtu malam itu. Tidak diungkap dengan pasti apakah itu polisi atau demonstran.

Setelah aksi massa bubar, ganti keluarga polisi yang turun ke jalan. Mereka mengkritik pemerintah karena membiarkan polisi sendirian mengatasi krisis. Banyak petinggi yang memilih diam dan bersembunyi. Imbasnya, polisi menjadi sasaran amuk massa.

“Saya yakin, dalam dua bulan ini, polisi sudah cukup banyak mendapat nama buruk,” tegas seorang istri polisi yang ikut aksi.