Buang Sampah Sembarangan, Denda Menanti

DLH Kota Batu Belum Didukung CCTV

KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memperketat pengawasan terhadap orang yang membuang sampah sembarangan. Ruang gerak orang yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan semakin sempit. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu membentuk Garda Wasling (pengawas lingkungan) yang bertugas menangkap orang yang membuang sampah sembarangan, lalu dikenai denda Rp 500 ribu saat OTT (operasi tangkap tangan) bagi pelanggar peraturan daerah (perda).

Namun, program DLH Kota Batu ini masih lemah karena belum ditunjang dengan sarana prasarana yang mendukung seperti CCTV.

”Untuk sekarang, kami memang belum memasang CCTV di tempat yang kerap dijadikan tempat membuang sampah sembarangan oleh warga. Namun, sanksi akan kami berlakukan dengan tegas,” kata Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq kemarin (24/2).

Selanjutnya, para pencemar dan perusak alam itu nantinya akan kena sanksi denda. Arief mengatakan, denda itu berdasarkan Perda Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perlindungan Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Batu.

”Sesuai aturan, yang membuang sampah tidak pada tempatnya akan terkena denda Rp 500 ribu,” kata dia.



Arief menjelaskan, langkah konkret yang ditempuh saat ini adalah dengan membentuk Garda Wasling Kota Batu. Akan ada empat petugas yang mengawasi lingkungan di masing-masing desa. ”Untuk tahap pertama, akan kami latih 75 orang yang akan jadi Garda Wasling,” ujarnya.

Mereka akan mulai dilatih pada tanggl 4, 5, dan 6 Maret mendatang. ”Dalam pelatihannya akan kami libatkan dari polres, Kodim, dan juga satpol PP agar mereka tahu apa yang akan dilakukan saat ada yang membuang sampah sembarangan,” terang pria yang pernah menjabat sebagai Camat Bumiaji itu.

Tugas Garda Wasling, lanjut Arief, nantinya mengamankan orang yang membuang sampah sembarangan atau merusak lingkungan. ”Mereka akan membantu kami dalam penegakan perda. Manakala ada yang melanggar, akan ditindak,” tegas Arief.

”Penanganannya nanti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Saat pelatihan, (prsedur itu) kami berikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo mengatakan, dalam menjaga lingkungan, pemerintah tidak bisa sendiri, namun harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

”Semua elemen harus bergerak. Saat ini alam sudah baik pada kita. Tentu tidak akan ada artinya jika kita tidak bersama menjaganya,” kata dia.

Dalam masalah lingkungan di Kota Batu ini, Cahyo sependapat dengan Arief. Menurutnya, ada dua masalah besar tentang lingkungan. Yakni, masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan sehingga berpengaruh terhadap keseimbangan alam yang lain.

”Ada sampah 70 ton per hari di Kota Batu. Saat ini, warga membungkus apa pun, 99 persen dari plastik. Ini jika tidak ada penanganan akan jadi masalah yang luar biasa,” terangnya. ”Tanpa kesadaran dan masih membuang sampah sembarangan, kerusakan itu tinggal menunggu waktu,” kata dia.

Membuang sampah sembarang, terutama di sungai, politikus PDI Perjuangan ini melanjutkan, juga akan memicu pencemaran. Seperti, membuang sampah ke Sungai Brantas yang menjadi hulu sungai yang mengaliri 17 kota dan kabupaten di Jawa Timur.

”Sungai harus kita jaga sebagai bentuk kepedulian kita pada orang yang ada di bawah (yang dialiri sungai dari Batu),” terang dia.

Masalah lain yang perlu untuk disadari adalah perusakan lingkungan di dekat sumber mata air. ”Ada kurang lebih 110 sumber mata air yang terdata, dan yang lain, yang kecil, masih banyak,” kata dia.

Nah, dari 110 sumber mata air itu, diakui Cahyo, kondisi debit airnya tidak sederas dahulu. Mulai ada pengurangan debit air yang mengalir. ”Pengawasan ketat harus dilakukan. Peraturannya sudah ada. Jangan sampai membangun bangunan permanen di dekat sumber mata air,” katanya.

”Karena sekitar sumber mata air itu adalah serapan. Jangan melakukan pengeboran air (air bawah tanah) sembarangan, dan jangan sampai hutan itu diteteli (ditebang). Ini yang membuat sumber air semakin kecil,” kata dia.

Jika tidak ada rasa kepedulian, imbuhnya, krisis air bersih bukan tidak mungkin akan terjadi. ”Sekarang ini kita harus menjaga lingkungan untuk menyelamatkan bumi kita ini,” tandas Cahyo.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono