BPJSTK Pusat Ajak Institusi Pendidikan Peduli Keselamatan Pekerja Magang

KABUPATEN – Perlindungan terhadap mahasiswa magang atau pekerja kuliah nyata (PKN) oleh institusi pendidikan hingga saat ini masih sangat minim.

Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) pusat, hingga Oktober tahun ini, dari 4.262 institusi pendidikan di Indonesia, hanya 19 persen yang memproteksi mereka.

Artinya, baru 819 institusi pendidikan yang melindungi pekerjanya dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Termasuk di dalamnya universitas, Politeknik, institut, sekolah tinggi, dan akademi.

Mengingat pentingnya perlindungan tersebut, BPJSTK pusat pun turun lapangan. Dan kemarin (31/10) Universitas Ma Chung menjadi tempat untuk menggelar sosialisasi.

Mengundang para pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Timur serta kepala SMK se-Malang Raya, BPJSTK tidak hanya akan menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja.

Termasuk pekerja di perguruan tinggi. Tapi, juga melakukan sosialisasi program untuk mahasiswa dan siswa yang melakukan program magang.

”Karena itulah kami turut mengundang perwakilan dari Setjen Kemenristekdikti Ibu Cori Widayati SSos,” ungkap Rektor Universitas Ma Chung Assoc Prof Dr Murpin Josua Sembiring SE MSi.

”Tujuannya, agar Kementerian dapat mendukung pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para siswa dan mahasiswa magang,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Cori Widayati yang menjabat sebagai kasubbag keuangan dan umum Setjen Kemenristekdikti menyampaikan paparannya tentang ”Lulusan Perguruan Tinggi yang Memiliki Daya Saing Global melalui Program Magang/Praktik Kerja Nyata”.

”Saya mendukung penuh program ini. Karena manfaatnya juga luar biasa untuk mahasiswa Univesitas Ma Chung yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN),” tambah Murpin yang juga merupakan Staf Ahli Senior Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan pusat tersebut.

Lebih lanjut, sosialisasi ini merupakan hasil kerja sama serta jejaring yang baik antara BPJSTK dengan Universitas Ma Chung. Sekaligus bentuk kontribusi Universitas Ma Chung kepada Indonesia.

Selain Cori sebagai keynote speaker, ada pula penyampaian materi dari pembicara lainnya. Yaitu, ketua bidang kepesertaan KPKP Dewan Pengawas BPJSTK Rekson Silaban, Ketua Bidang Pelayanan KPKP Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Eko Darwanto, serta senior auditor Biro Pengawasan Intern BPJS Ketenagakerjaan Zainudin.

Pewarta : Ren
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Nenny Fitrin