BPIP ini Perlu Diteruskan atau Tidak?

Yudi Latif Mundur, Fahri Hamzah: BPIP ini Perlu Diteruskan atau Tidak?

RADAR MALANG ONLINE – Mundurnya Kepala Pelaksana Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif dari jabatannya mengundang reaksi dari berbagai pihak. Cendekiawan muda itu pamit usai setahun menduduki jabatan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah pun turut angkat bicara soal mundurnya Yudi. Menurutnya, langkah yang diambil koleganya itu merupakan keputusan yang besar.

“Saya kenal dia (Yudi) sebagai tokoh intelektual yang bermoral,” kata Fahri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/6).

Waki Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan eksistensi BPIP pasca ditinggal Yudi Latif. (dok. RADAR MALANG ONLINE)

Lebih lanjut, Fahri menambahkan, keputusan Yudi untuk mundur dari BPIP juga dapat memberikan pembelajaran kepada semua pihak. Khususnya, terkait pertanggungjawaban moral seorang pejabat. Di sisi lain, Fahri mengatakan, mundurnya Yudi juga bisa menjadi pembelajaran bagi eksistensi BPIP.

“Karena itulah perlu evaluasi yang menyeluruh, apakah lembaga BPIP ini perlu diteruskan atau tidak,” tutup Fahri Hamzah.

Sebelumnya, pengunduran diri Yudi Latif diketahui warganet karena yang bersangkutan menuliskan salam perpisahan melalui akun Facebook-nya. Perubahan UKP-PIP menjadi BPIP, kata Yudi, membawa perubahan besar pada struktur, organisasi, peran, dan fungsi lembaga.

Pun demikian dengan relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana. Yudi memandang, semua itu memerlukan tipe kecakapan, kepribadian, serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

“Saya merasa perlu ada pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

“Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan,” lanjut Yudi.

(ce1/aim/JPC)