BPBD Kota Batu Minta Aplikasi Pendeteksi Banjir Direalisasikan

Banjir di Kota Batu

KOTA BATU – Maraknya bencana banjir beberapa hari terakhir yang melanda sejumlah Kota di Jawa Timur, menjadikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan program aplikasi pendeteksi banjir. Hal itu turut ditanggapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan di zaman serba digital, rencana gubernur itu didukung penuh. Bahkan diharapkan aplikasi tersebut bisa segera terealisasikan.

“Kami sangat mendukung itu, sekarang kan zaman sudah serba digital. Kalau dulu masih manual dan tradisional, sekarang muncul Early Warning System (EWS) dan jika ditambahkan ke aplikasi HP itu akan sangat membantu masyarakat agar waspada,” ujarnya, Jumat (8/3).

Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengambil sikap semisal ada peringatan luapan sungai. Namun, penerapan aplikasi itu tetap harus merujuk pada pola manajemen bencana.

“Karena bencana itu tidak pernah bisa di prediksi, namun bisa dilihat gejalanya. Dengan aplikasi itu maka hal yang krusial juga akan bisa diketahui dengan cepat karena data terkirim real time ke pusat komando,” imbuhnya.



Ia juga berharap, aplikasi itu nantinya bisa dimanfaatkan juga oleh pengelola wisata air. Salah satunya wisata rafting, yang mana wahananya berkaitan dengan intensitas laju air.

“Misalnya pengelola wisata rafting di Kota Batu, segala aktifitasnya berkaitan dengan air. Tentunya dengan aplikasi itu akan mudah mendeteksi laju air, ketika akan ada kenaikan dan indikasi air meluap juga pasti ketahuan. Sehingga pengelola akan lebih mudah menjamin keselamatan wisatawan saat rafting,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah