BPBD Ingatkan Bahaya Longsor di Putri Cempo

JawaPos.com – Kondisi akses menuju kawasan Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kebomas, Gresik bertambah parah. Tebing bukit semakin longsor dan berbahaya. Tapi, masih banyak yang lewat.

Hingga kemarin (15/5), akses itu belum juga ditutup untuk umum. Masih banyak pengendara sepeda motor yang melintas. Padahal, tanah di Pegunungan Petukangan itu terus tergerus ke bawah.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik menggelar rapat kemarin. Salah satu opsi yang muncul adalah mendatangkan tim ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka diminta mengkaji kelabilan tanah di kawasan itu.

“Setelah tahu kondisi tanah, bentuk penanganan konstruksinya akan diselaraskan,” kata Eddy Pacoro, pejabat pembuat komitmen (PPK) dinas PUTR.



Geolog akan turun survei. Sebab, menurut informasi dari cerita tutur masyarakat setempat, di bawah gunung terdapat lubang yang cukup dalam. Seperti gua. “Kalau betul di dalamnya ada gua. Nanti penanganannya seperti apa,” ujar Eddy.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso memastikan longsor akses Putri Cempo merupakan bencana alam. Undang-Undang (UU) 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan, tanah longsor adalah salah satu bentuk bencana alam. Selain itu, tentu ada banjir, tsunami, gunung meletus, dan gempa bumi.

BPBD meminta PUTR segera melakukan penanganan. ”Kami sudah telaah ke sana. Jelas-jelas itu tanah longsor. Kalau dibiarkan tanpa penanganan, bisa bahaya ke warga sekitar,” imbuh Tarso.