BP2D Kota Malang Setor Uang Rakyat Sebesar Rp 361 M

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Ade Herawanto menunjukkan sejumlah dokumen yang dipalsukan, Kamis (30/3).

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tergolong piawai memungut pajak. Sebab, dari tahun ke tahun, target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak selalu terpenuhi. Pada 2017 misalnya, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang menyetorkan Rp 361,88 miliar ke kas daerah (kasda).

Padahal, eks Dispenda itu ditarget Rp 352,5 miliar. Dengan demikian, realisasi penghasilan dari ”uang rakyat” mencapai 102 persen.

Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto memaparkan, dana yang disetorkan itu merupakan penghasilan hingga akhir November lalu. Pada akhir Desember mendatang, dia yakin pendapatannya lebih besar lagi.

”Kami berterima kasih kepada seluruh warga Kota Malang, utamanya para wajib pajak (WP) yang dengan penuh kesadaran telah memenuhi kewajibannya membayar pajak,” ujar Ade kemarin (2/12).


Ade bersama jajarannya merasa senang karena bisa melampaui target. ”Hal ini semakin memacu kami untuk meningkatkan produktivitas kinerja dan pelayanan prima kepada masyarakat di tahun-tahun berikutnya,” sambungnya.

Meski kinerjanya melampaui target, Ade mendengar ada saja komentar miring. Misalnya, anggapan bahwa tercapainya target karena BP2D salah perencanaan. Ade menegaskan, tidak ada yang salah dengan perencanaannya.

”Kami sudah sesuai arahan auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Jatim,” kata Ade yang juga mantan Kabag Humas Setda Kota Malang ini.

Menurut Ade, penetapan target harus melalui kajian ilmiah sesuai aturan dan harus bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, BP2D Kota Malang menggandeng konsultan independen. Tujuannya untuk mengawal agar target yang ditetapkan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Disinggung mengenai lonjakan penetapan target tahun 2018 yang mencapai Rp 375 miliar, Ade tetap optimistis. Selama empat tahun terakhir, BP2D selalu memenuhi target dengan catatan memuaskan. Bahkan, selalu melampaui target dengan nilai progresif.

Kendati target 2017 terpenuhi, Ade mengimbau para WP, khususnya yang melaporkan pajaknya sendiri, supaya tetap tertib melaporkan omzetnya untuk pembayaran pajak daerah di bulan Desember mendatang.

”Terus kami ingatkan, supaya WP tertib dan tidak terkena tambahan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkota) Drs Wasto SH MH mengapresiasi keberhasilan BP2D memenuhi targetnya.

”Salut atas keberhasilan BP2D memenuhi target PAD dari sektor pajak. Bahkan, masih di bulan November, capaiannya sudah melebihi 100 persen,” kata mantan kepala Badan Perencanaan Pelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) itu.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Mahmudan
Copy editor: Arief Rohman
Foto: Radar Malang