Bosnya Dipecat, Pilot dan Awak Kabin Garuda Diminta Tetap Profesional

JawaPos.com – Ramainya pemberitaan terkait kasus penyelundupan Harley Davidson yang melibatkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Ari Askhara diharapkan tak membuat pilot dan awak kabin lesu. Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt Bintang Hardiono meminta seluruh pilot dan awak kabin maskapai pelat merah itu untuk tetap profesional dalam menjalankan tugas.

“Menyikapi ramainya pemberitaan yang beredar saat ini, Asosiasi Pilot Garuda mengimbau kepada seluruh anggota untuk tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan bekerja secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan,” katanya dilansir dari Antara, Jumat (6/12).

Lebih lanjut Bintang menyatakan, pihanya mendukung seluruh langkah pemerintah dalam kasus ini. Dia memastikan Garuda berkomitmen menaati aturan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Muttaqin meminta seluruh pekerja Garuda tetap menjaga produktivitas. “Agar perusahaan yang kita cintai ini semakin maju dan kompetitif dalam persaingan global,” katanya.

Imbauan dan pernyataan sikap APG serta IKAGI itu menyusul keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang akan memecat Ari Askhara dari jabatannya. Ari diketahui terlibat dalam penyelundupan motor Harley Davidson serta dua unit sepeda Brompton melalui pesawat Airbus A330-900 seri Neo yang didatangkan langsung dari pabrik di Perancis.

Berdasarkan penelusuran, harga motor Harley Davidson tersebut senilai Rp 800 juta. Sementara sepeda Brompton sekitar Rp 50-60 juta per unit. Sehingga, potensi total kerugian negara senilai Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar.