BOS untuk SD-SMP Swasta Naik Rp 2 Miliar

MALANG KOTA – Ada kabar baik bagi SD dan SMP swasta di Kota Malang. Plot dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mereka dipastikan naik tahun ini. Dari sebelumnya senilai Rp 47 miliar, kini meningkat jadi Rp 49 miliar di tahun ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, kenaikan tersebut sengaja di-plot Pemkot Malang. Tujuannya untuk membantu sekolah-sekolah swasta yang selama ini cukup bergantung pada dana BOS.

”Bergantian naiknya. Kali ini biar (sekolah) swasta yang merasakan kenaikan, termasuk pengajuan sarana dan prasarananya,” kata Wali Kota Malang Sutiaji. Alasan lainnya yakni untuk meminimalisasi biaya sekolah swasta yang relatif lebih mahal dibandingkan sekolah negeri. ”Terutama bagi wali murid yang yang anaknya tidak masuk ke dalam sekolah negeri, hitung-hitung supaya tidak membebani,” sambung Sutiaji.

Lebih rinci, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM menjelaskan bila kucuran dana BOS itu di-plot untuk 84 SD dan 79 SMP swasta di Kota Malang. Total ada 8.000-an siswa yang mendapat bantuan tersebut.

”Per siswa dapat kenaikan (bantuan), dari awalnya Rp 50 ribu naik menjadi Rp 65 ribu per bulan,” ujarnya.  Dari target awal, disdik berharap pencairan dana BOS itu rampung pada akhir tahun ini.

Dengan catatan, semua sekolah sudah memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang di dalamnya berisi tentang jumlah siswa, guru, dan kebutuhan sekolah. Di sisi lain, Zubaidah juga menyebut bila alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) juga turut naik tahun ini. ”Tahun ini memang ada kenaikan, sementara yang dapat hanya SD negeri dulu,” ujar Ida, sapaan akrabnya.

Mengapa baru SD negeri saja yang dapat jatah kenaikan bantuan? Dia menyebut karena perampungan data Bosda baru SD negeri yang telah selesai. ”Swasta (juga) dapat. Tentu kami pikirkan, tetapi masih kami tata dulu. Mereka (swasta) juga ada dana SPP sendiri yang besar,” jelasnya.

Sementara untuk tingkat SMP, Ida menyebut belum ada kenaikan alokasi Bosda-nya.  Berdasarkan data pokok Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), untuk SD negeri ada 56.074 siswa yang mendapat jatah Bosda. Total alokasinya mencapai Rp 4,2 miliar. Jumlah alokasi itu meningkat dibandingkan tahun lalu, yang berada di angka Rp 2,8 miliar.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya