Bos Maspion Bagi Jurus Sukses di Ma Chung

MALANG KOTA  – Ratusan mahasiswa dan pelajar yang memadati Balai Pertiwi Universitas Ma Chung, antusias mengikuti kuliah tamu kemarin (14/2).  Maklum saja, yang hadir di kampus yang berlokasi di Villa Puncak Tidar Blok N No. 1, Karangwidoro, Dau, itu bukan sosok biasa. Dia adalah Dr Alim Markus, CEO Maspion Grup.

Di hadapan para milenial, bos Maspion Grup ini berbagi ”jurus” sukses. Terutama untuk mereka yang ingin menjadi entrepreneur. Pria berusia 68 tahun ini mengungkapkan, untuk menjadi pengusaha harus tahan banting sekaligus cerdik.

”Kalau ingin membuka, usaha hal yang wajib dipegang di antaranya adalah harus berani, rajin, ulet, jangan lihat kompetitor sebelah mata, dan di awal harus menabung,” ungkap sosok yang juga pendiri kampus Ma Chung ini.

Lebih lanjut, penulis buku 100 Jurus Bisnis Alim Markus itu juga mewanti-wanti para milenial untuk mengetahui tujuan dalam hidupnya. Sebab, jika tidak, akan berbahaya untuk karir dan kehidupan di masa depannya. ”Tentukan sejak saat ini, mau ke mana kalian 10 tahun ke depan,” ungkap dia. Jika sudah, dia melanjutkan, adalah tinggal untuk menekuninya.

Dia menjelaskan, seseorang harus mau ulet dengan apa yang menjadi pilihannya. ”Misalnya, kalian ingin menjadi dokter, maka tekuni terus pilihan itu hingga terwujud,” terang Markus.

Baginya, jalan kesuksesan adalah ketika seseorang mau melewati tahapan demi tahapan menuju apa yang diinginkan. Dan, dia menambahkan lagi, setelah melewati fase itu, rajin juga perlu ditambah dengan pengalaman. Sebab, hal tersebutlah yang akan mematangkan seorang pengusaha.

Sementara itu, Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr Murpin Josua Sembiring SE MSi mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan bos Maspion tersebut untuk memotivasi serta mengembangkan karakter generasi milenial.

Karena saat ini, generasi milenial identik dengan berpikir instan, daya juangnya sedikit, ingin mudahnya saja, sampai tidak mau kerja sama dengan tim. ”Kami ingin menjelaskan kepada publik kalau Ma Chung sangat konsen dengan anak-anak muda terutama kelompok siswa dan milenial,” ungkap dia.

Dengan mendapatkan ”suntikan” energi dari bos Maspion ini, Murpin melanjutkan, para peserta yang hadir ini diharapkan punya semangat, spirit, dan juga daya juang lebih baik lagi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, ke depan akan lebih banyak tokoh-tokoh yang bakal datang ke kampusnya. Dia mencontohkan pada Rabu pekan depan (19/2), pihaknya sudah memastikan Tantowi Yahya juga berbagi pengalaman di kampus Ma Chung.

Tidak berhenti di situ, Murpin menjelaskan, kampusnya juga berencana memunculkan program-program yang bisa menjadi wadah para milineal mandiri. ”Para pendiri Ma Chung siap back-up atau mendukung untuk program magang mahasiswa seperti yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim,” ungkapnya. Ke depan, yang mengikuti program itu akan ditempatkan di perusahan-perusahaan besar milik pendiri Universitas Ma Chung.

Sejumlah tokoh juga hadir dalam kuliah tamu tersebut. Di antaranya tokoh Tionghoa Surabaya Liem Ou Yen, Ketua Komunitas Indonesia Tionghoa (INTI) Agus Endra, dan salah satu pendiri Ma Chung Hadi Widjojo.

Pewarta : Galuh Prasetyo
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani