Bos Geng Kampung Jawara Masih SMP, Geng All Star Patungan Buat Sajam

Bos Geng Kampung Jawara Masih SMP, Geng All Star Patungan Buat Sajam

JawaPos.com – Fakta baru muncul dari perseteruan geng di metropolis. Geng Kampung Jawara yang belakangan menarik perhatian karena anggotanya beberapa kali berulah ternyata dipimpin seorang bocah. Usianya baru 14 tahun. ’’Dia yang menjadi admin grup,’’ ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran kemarin (14/10).

Bocah tersebut berinisial RJ. Warga Jalan Gadelsari Praja itu masih duduk di kelas VIII. RJ merupakan satu di antara sepuluh anggota geng Kampung Jawara yang diamankan polisi pada 22 September lalu. Lantaran unsur pidananya saat itu tidak ada, dia hanya dibina petugas.

Dalam pemeriksaan, RJ mengaku berniat membuat grup sebagai wadah menambah teman. Di dalamnya diisi banyak guyonan. Namun, belakangan tujuan itu melenceng. Beberapa anggotanya emosional dengan ejekan geng lain. Mereka lantas lepas kendali Menjadi brutal.

Salah satunya Ahmad Ari Rizaldi. Dia harus mendekam di penjara. Pemuda 18 tahun itu ditangkap karena menganiaya bocah berinisial NF pertengahan bulan lalu. Lucunya, dia juga baru tahu bahwa yang memimpin gengnya adalah anak SMP. ’’Biasanya cuma chat di grup,’’ jelasnya. ’’Menyesal. Saat itu emosional karena dipanas-panasi anggota lain sampai berani menganiaya korban (NF, Red),’’ lanjutnya.

Sudamiran menuturkan bahwa perseteruan geng mendapat perhatiannya. Jajaran yang dipimpin sudah memetakan keberadaan geng tersebut. ’’Mayoritas anak-anak. Mereka hanya ikut-ikutan. Masuk grup dengan sistem undangan,’’ paparnya.

Untuk mengantisipasi tawuran antaranggota geng, lanjut dia, polisi sudah menggiatkan patroli siber. Salah satunya memelototi aktivitas grup geng. ’’Beberapa hari lalu ada temuan yang memprihatinkan,’’ jelasnya.

Bukan dari grup geng Kampung Jawara, melainkan dari geng lawannya. Yakni, All Star. ’’Anggotanya melakukan penggalangan dana,’’ jelasnya. Yang menjadi inisiator adalah DO. Warga Jalan Jojoran Perintis tersebut masih berusia 13 tahun.

DO, kata Sudamiran, mengajak anggota lain untuk patungan seadanya. Uang yang terkumpul dipakai untuk membeli pelat baja. Bahan tersebut rencananya dipakai untuk membuat senjata tajam (sajam). Mereka memanfaatkan jasa pandai besi di Waru, Sidoarjo. ’’Mau dipakai untuk menyerang geng Kampung Jawara,’’ ungkapnya.

DO menyebut penyerangan itu merupakan langkah balas dendam. Sebab, ada anggota All Star yang menjadi korban penganiayaan. Yakni, NF. Bocah 16 tersebut sebelumnya disekap dan dihajar anggota geng Kampung Jawara.

Sudamiran menegaskan, pihaknya akan menempuh berbagai cara untuk menghilangkan fenomena geng. Dia menyebut sudah berkoordinasi dengan pemerintah. ’’Minggu lalu anggota dari dua geng itu dikumpulkan,’’ katanya.

Mereka diundang wali kota. Dengan didampingi orang tua dan guru di sekolahnya, dua anggota geng itu lantas didamaikan. ’’Dampak pertemuan tersebut sebenarnya sudah ada,’’ paparnya.

Menurut Sudamiran, banyak anggota grup yang keluar. Mereka takut berurusan dengan polisi. ’’Tetapi, ada juga yang tidak sepakat dengan perdamaian,’’ ucap perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Mereka yang kontra dengan perdamaian tersebut, tambah dia, adalah anggota All Star. Tidak heran, di grupnya muncul obrolan akan melakukan balas dendam. ’’Sebelum terjadi, kami antisipasi. Tempat kumpul All Star di Taman Mundu kami datangi,’’ tuturnya. Dalam penyergapan tersebut, 17 anak diamankan. Dua di antaranya perempuan. ’’Butuh peran serta semua pihak agar fenomena geng ini bisa hilang,’’ jelasnya.

Di Mana Mereka Berkumpul?

Kampung Jawara

– Jalan Simo Tambaan

– Jalan Simo Pomahan

– Desa Hulaan, Menganti, Gresik

All Star

– Taman Mundu

– Jalan Petemon Gang IV

– Jalan Demak (pasar sore), Krembangan

– Pos 5 Perak (belakang RS PHC)

– Jalan Kalimas

Anggota Kampung Jawara: sekitar 200 orang

Anggota All Star: sekitar 700 orang

Alur Munculnya Geng

– Membentuk grup di media sosial.

– Memasukkan anggota tanpa syarat tertentu.

– Pada akhir pekan biasa nongkrong bareng untuk kebersamaan.