Bonus Demografi 2030, Bisa Berkah dan Kutukan

“Tahun 2030 yang akan datang Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi. Yaitu, kondisi dimana Indonesia akan didominasi oleh angkatan muda termasuk di dunia kerjanya. Angkanya bisa mencapai 70 persen,”ujar Hanif di Kantor Kemenaker, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Angka 70 persen membuktikan anak muda akan menjadi ledakan yang harus dapat disikapi oleh Kemenaker. Maka, hal ini jika ditangani dengan baik para generasi muda akan dapat bersaing di dunia pekerjaan baik lokal maupun global.

“Tentu saja ini bisa menjadi berkah dan bisa menjadi kutukan. Bisa menjadi berkah, kalau investasi SDM bisa kita lakukan secara baik dengan membekali angkatan kerja muda kita dengan karakter yang kuat, hard and soft-skill yang kuat, kompetensi keterampilan,” kata Hanif.

Tetapi sebaliknya, Hanif melihat ini juga dapat menjadi kutukan apabila angkatan kerja muda ini tidak punya kapasitas yang mumpuni. Sehingga, tidak dapat bersaing di dunia kerja. Ditambah lagi, mereka mengonsumsi narkoba.

Hanif menambahkan bahwa dalam peninjauannya di daerah kampung atau pinggiran JABODETABEK, banyak yang mulai terkena narkoba. “Ini menjadi keprihatinan kita agar anak-anak bisa selamat dan terbebas narkoba,” tutur Hanif.

Maka perlu disadari, isu narkoba ini menjadi sangat penting. Kejahatan serius dan tidak dapat ditolerir lagi. Butuh usaha sekeras-kerasnya untuk menuntaskan narkoba guna menyelamatkan generasi yang akan datang.


(rgm/JPC)