Bolehkah Minuman Boba Dikonsumsi Pengidap Diabetes?

Bolehkah Minuman Boba Dikonsumsi Pengidap Diabetes? - JPNN.com

Minuman boba. Foto Arkom Suvarnasiri/Shutterstock

jpnn.com – Minuman boba memberikan sensasi agak berbeda berkat hadirnya ‘mutiara hitam’ yang terbuat dari tepung tapioka. Manis, gurih dan kenyal dalam satu kali sedot. Sungguh menggoda, bukan?

Dijelaskan oleh dr. Nistish Basant Adnani dari KlikDokter, minuman boba sebenarnya sudah ada sejak 1980-an. Ketika itu, seorang pegawai yang sedang bosan menghadiri rapat yang panjang mencoba menuang puding tapioka ke dalam teh.

Setelah dicoba, tak disangka bahwa rasanya enak. Dari kejadian tersebutlah dikembangkan minuman bubble tea alias boba.

Seiring berkembang zaman, minuman yang satu ini semakin divariasikan dengan berbagai macam rasa. 

Minuman boba berkadar gula tinggi

Sayang, di balik segala kenikmatan yang ditawarkan, minuman boba ternyata tidak baik bagi kesehatan. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, minuman ini memiliki kadar gula yang tinggi. Oleh sebab itu, dengan minum boba, kadar gula dalam tubuh bisa melonjak.

“Satu gelas minuman boba mengandung 38 gram gula dan 300 kalori. Padahal, jumlah gula yang boleh dikonsumsi adalah 10 persen dari energi total yang hanya 1500 kalori pada wanita. Jadi, asupan gula maksimalnya adalah 150 kalori,” ujar dr. Karin.

“Terlalu banyak asupan gula dalam waktu yang sering bisa mengakibatkan gangguan metabolisme dan pengaturan gula darah. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus atau kencing manis,” tambahnya.