Bocah-Bocah Thum Luang: Keluar dari Gua, Masuk Biara

Hollywood Lirik Kisah Penyelamatan Tim Sepak Bola Thailand - JPNN.COM

jpnn.com, MAE SAI – Bocah-bocah lulusan Thum Luang memenuhi janji mereka untuk membiara. Bukan benar-benar menjadi biarawan, tetapi hanya mencicipi kehidupan di biara. Mulai hari ini (25/7), sebelas personel klub sepak bola Moo Pa tersebut bakal tinggal di Wat Phra That Doi Wao, Mae Sai, Provinsi Chiang Rai, selama sembilan hari.

”Sebaiknya, mereka memang tinggal di biara dulu untuk sementara waktu. Itu demi kebaikan mereka sendiri,” kata Seewad Sompiangjai, kakek Phiraphat alias Night, kepada BBC kemarin (24/7). Night adalah salah seorang personel Moo Pa yang terperangkap di gua.

Menurut dia, Ekaphol Chantawong dan 12 remaja yang 18 hari tinggal di Thum Luang itu bagaikan terlahir kembali. Sebab, keluarga dan kerabat sempat meyakini mereka mati. Karena itu, bocah-bocah tersebut perlu mensyukuri kehidupan baru mereka dengan mendekatkan diri kepada Sang Kuasa.

Kecuali Adul Sam-on yang beragama Kristen, sebelas bocah yang menyedot perhatian dunia sejak akhir Juni tersebut menjalani ritual awal di kuil kemarin. Dipimpin Ekaphol, mereka mengusung kain kuning yang selanjutnya akan menjadi baju mereka selama membiara.

”Itu juga menjadi cara mereka untuk menghormati Saman Gunan,” kata Seewad. Saman adalah mantan personel Seal Thailand yang gugur dalam misi penyelamatan para bocah tersebut pada awal bulan.

Mengapa sembilan hari? Bagi masyarakat Thailand, sembilan adalah angka keberuntungan. Selain itu, 13 korban tersebut terdampar di perut gua selama sembilan hari sebelum akhirnya ditemukan oleh dua penyelam Inggris. Maka, Night dan teman-temannya pun akan membiara selama sembilan hari.

Tidak seperti sebelas anak didiknya, Ekaphol akan tinggal lebih lama di biara. Sebagai mantan biarawan, dia akan kembali menekuni kehidupan lamanya sebagai penghuni kuil. ”Ekaphol akan ditahbiskan menjadi biksu,” ungkap Seewad. (bil/c20/hep)