Bobot Yunita Kembali 125 Kilogram

JawaPos.com – Yunita Maulidia, gadis bertubuh superbesar (obesitas) asal Sidoarjo, kembali mendapatkan penanganan medis. Perempuan 18 tahun itu menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit HM Mawardi (Yapalis), Krian, kemarin (14/6). Namun, hingga pukul 19.30, dia belum diperiksa.

Menurut Padi, ayah Yunita, jadwal pemeriksaan awal sebetulnya pukul 15.00. Namun, ternyata ada informasi bahwa dokter baru bisa memeriksa anaknya sekitar pukul 18.00. ”Sekarang masih di rumah sakit dengan ibunya,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya di Desa Grinting, Tulangan.

Dia menjelaskan, keluarga kembali membawa Yunita ke tim medis. Sebab, Yunita sudah tidak mampu berjalan jauh. Melangkahkan kaki dengan jarak satu meter saja sudah tidak kuasa. Dia ngos-ngosan. Dia juga mengeluh sakit perut. ”Perutnya itu keras,” ujar Padi.

Tentu, Padi tidak paham penyebabnya. Karena itu, keluarga sepakat membawa Yunita ke puskesmas. Pihak puskesmas ternyata merujuk Yunita ke rumah sakit. Namun, lanjut dia, Yunita tidak bisa langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo seperti dulu. Yunita harus dibawa ke RS bertipe lebih rendah dulu. Hal tersebut sesuai ketentuan sistem rujukan online BPJS.



Pihak puskesmas mengantar Yunita ke RS HM Mawardi. Nah, Yunita harus antre untuk diperiksa dokter. Menurut Umiatun, ibu Yunita, mereka mendapatkan nomor urut 45. ”Kami mau minta rujuk balik ke RSUD,” katanya.

Saat ini tubuh Yunita memang lebih gemuk daripada sebelumnya. Dulu, berat badannya mencapai 93 kilogram. Namun, bobotnya terus naik. Kabarnya, dia sering makan sembunyi-sembunyi hingga akhirnya bobotnya menjadi 95 kilogram. Nah, belakangan, berat badannya terus bertambah. ”Lebih 125 kilogram,” kata Umi.

Umi ikut bingung. Dia berharap berat badan anaknya berkurang lagi. Dengan demikian, Yunita mampu berjalan lebih normal. Normalnya, bobot Yunita hanya sekitar 45 kilogram.