BNN Gandeng Komunitas

KOTA BATU – Upaya menekan peredaran narkoba digencarkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu. Salah satunya dengan menggandeng komunitas untuk mengetahui lebih jauh tentang program rehabilitasi. Tujuannya agar warga yang kecanduan narkoba bisa mengikuti program tersebut.

Sosialisasi digelar di Seulawah Grand View dengan mengundang 25 perwakilan komunitas di Kota Batu kemarin (29/1). Selain Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu AKBP Mudawaroh, tampak Kabid Rehabilitasi BNN Jawa Timur dr Poerwanto Setijawargo menyampaikan materi.

Mudawaroh menyatakan, kebanyakan pengguna berpikir jika mereka melapor ke BNN bahwa dirinya memakai narkoba, maka akan dikenai hukuman tindak pidana. ”Padahal tidak akan begitu, nggak bakal ditangkap. Datang saja nanti kami lakukan screening, kemudian assessment,” ujar Mudawaroh yang baru sebulan menjabat ini.

Dia menjelaskan, setelah melapor dan diperiksa, BNN akan menilai ketergantungan korban terhadap obat dan akan dilakukan rehabilitasi dan pascarehabilitasi. Karena itu, diharapkan lewat sosialisasi yang digelar, anggota komunitas bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

”Jika residen (pecandu yang tengah direhab) menggunakan barang haram tersebut dalam taraf normal, masih dapat dilakukan rawat jalan,” terangnya. Ada beberapa tempat yang sudah kerja sama dengan BNN Kota Batu atau bisa disebut sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Di antaranya RS Baptis, puskesmas Batu atau Klinik Pratama yang dimiliki BNN sendiri.

Penanganan berbeda diterapkan bagi pengguna yang sudah masuk kategori kecanduan. ”Kami rekomendasikan untuk rawat inap di RSJ Lawang, bisa sampai tiga bulan,” paparnya. Meski membutuhkan waktu yang lama dalam pemulihan, Mudawaroh memastikan tak ada biaya yang perlu dikeluarkan oleh pihak korban. ”Gratis, nanti pihak RS yang klaim ke BNN,” terangnya.

Rehabilitasi sendiri menurut UU No. 35 Tahun 2009 ada dua jenis, yakni medis dan sosial. Rehabilitasi medis merupakan kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika. ”Sedangkan rehabilitasi sosial meliputi proses pemulihan agar mantan pengguna narkoba kembali diterima dan kembali bermasyarakat,” bebernya.

Sementara pascarehabilitasi digunakan agar pengguna narkotika tidak lagi jatuh ke dalam lubang yang sama. ”Untuk mencegah dan mengantisipasi. Kalau tidak dilanjutkan dengan itu (pascarehabilitasi) kemungkinan 70 persen bisa kambuh lagi,” ungkap mantan wakapolres Batu ini.  

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Ahmad Yani