BNN Ciptakan Alat Pendeteksi Dini untuk Antisipasi Peredaran Narkoba di Kampus

Gandeng BNN, UB Periksa 54 Ribu Mahasiswa

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) bakal menjadi kampus yang steril dari narkoba. Jika ada mahasiswanya yang mengonsumsi narkoba, hampir pasti akan ketahuan. Itu jika pembuatan alat pendeteksi narkoba yang dirancang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI itu bisa terwujud.

Komitmen memberantas narkoba itu disampaikan Rektor UB Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS dalam kuliah umum sekaligus penandatanganan memorandum of understanding (MoU) bersama Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko.

”Ini (alat pendeteksi narkoba) sangat penting. Sebab, UB mempunyai hampir 55 ribu mahasiswa,” ujar Bisri kemarin (10/4).

Mantan dekan Fakultas Teknik (FT) UB itu menegaskan, alat pendeteksi narkoba akan digunakan untuk memeriksa mahasiswanya. Selama ini, Bisri menyatakan, pemeriksaan hanya dilakukan terhadap karyawan dan dosen. Yakni, melalui tes urine. Itu pun harus bergiliran. Tidak bisa serentak karena membutuhkan biaya besar.

Bisri berharap, pihaknya bisa mengidentifikasi kesehatan mahasiswanya, khususnya mahasiswa baru. ”Sejak dari mahasiswa baru, kalau perlu harus dilakukan cek itu,” terang Bisri.



Senada dengan Bisri, Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko juga berkomitmen akan terus meningkatkan pemberantasan narkoba. Sepanjang 2017 lalu, BNN mengungkap sebanyak 46.537 kasus dan menyita ratusan ton barang bukti (BB) narkoba. Itu dari hasil penangkapan bandar hingga sindikat peredaran narkoba di Indonesia.

Sedangkan klasifikasi BB narkoba yang diamankan Heru adalah 4,71 ton sabu-sabu; 151,22 ton ganja; dan 2.940.748 butir pil ekstasi dan 627,84 kilogram ekstasi cair.

”BNN harus semakin kuat melakukan tindakan,” tegas perwira tinggi polisi dengan bintang tiga itu.

BNN juga menemukan 68 jenis narkoba baru yang beredar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 60 jenis narkoba baru sudah memiliki ketetapan hukum terkait.

”Itu hasil temuan kasus yang diungkap BNN. Ini menjadi bukti bahwa narkoba menjadi ancaman bagi bangsa,” tambahnya.

Heru berharap, kerja sama antara UB dan BNN ini bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Jadi, pemberantasan narkoba makin gencar. Selain itu, kerja sama tersebut juga memudahkan BNN menyasar peredaran narkoba di kalangan kampus.

”Semoga kerja sama ini bisa bermanfaat untuk mencegah peredaran narkoba,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Heru juga menyampaikan keinginannya untuk menggandeng TNI-Polri. Dia yakin dengan menggandeng TNI-Polri, program pencegahan narkoba hingga tingkat kelurahan dan desa makin masif. Caranya, Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan dijadikan spionase di masing-masing desa. Tugasnya mengawasi peredaran narkoba hingga mengindentifikasi warga yang mengonsumsi obat haram itu.

”Besok (hari ini) coba saya bicarakan dengan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dan Panglima TNI (Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP), inginnya semua kan bebas narkoba,” pungkas Heru usai memberi materi kuliah tamu kemarin.

Pewarta: Rino Hayyu
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Falahi Mubarok