Blangko Melimpah, Stop Perpanjangan Suket

KEPANJEN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang tidak lagi melayani permintaan perpanjangan surat keterangan (suket). Sikap tersebut diambil bukan karena ada masalah. ”Memang tidak kami layani lagi sekarang untuk perpanjangan suket karena semua langsung kami cetak menjadi e-KTP. Blangkonya sudah mulai ada di kami,” kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini.

Seperti diketahui, problem minimnya blangko e-KTP itulah yang sempat membatasi ruang gerak dispendukcapil. Beberapa proses perekaman e-KTP terpaksa hanya menghasilkan suket. Saat ini, problem itu pun sudah mulai terurai. ”Terakhir stok blangko kami masih ada 2.896 keping, itu pun kemarin Pak Wabup (Wakil Bupati) juga telah bersurat (ke pemerintah pusat) untuk permohonan tambahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” jelas Rini–sapaan akrabnya.

Mantan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu menyatakan, kebutuhan blangko e-KTP memang cukup tinggi. Dia merata-rata, ada kebutuhan 3.000 keping per pekan. ”Selain kami siapkan di kantor (induk), kami juga bagi rata ke masing-masing kecamatan. Jumlah yang didistribusikan bergantung print ready record (PRR), ya kurang lebih 200 keping per kecamatan,” bebernya.

Dengan ketersediaan blangko e-KTP, program jemput bola administrasi kependudukan (jebol anduk) pun bisa berlangsung lancar. Salah satu contohnya tersaji di agenda bina desa Kamis (22/11). Diselenggarakan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, total petugas mampu memfasilitasi 62 perekaman e-KTP. Selain KTP elektronik, kini dispendukcapil juga sedang gencar-gencarnya menyukseskan program pencetakan akta kelahiran.

Pewarta: Farik Fajarwati
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Bayu Mulya
Foto: Bayu Eka Novanta