Bisnis Kuliner Comfort Punya Masa Depan Bagus

MALANG KOTA –   Cukup banyak pilihan kuliner khas Malang yang memiliki masa depan bagus untuk dikembangkan.

Selama dikemas secara menarik dan punya lokasi yang strategis,  konsep kuliner bertema comfort diyakini bakal tetap punya tempat di Malang Raya.

Hal itu terungkap dalam acara ”Meet and Greet With Chef Chandra Yudasswara” di Taman Indie Resto tadi malam (1/11).

Lewat event yang digelar Indonesian Chef Association Badan Pengurus Cabang (ICA BPC) Malang Raya itu diharapkan bisa mengangkat masakan khas Malang ke ICA Pusat.

”Tentunya kami mau angkat program dari daerah (BPC Malang Raya). Salah satunya cwie mie itu ya, mau kami kembangkan dan kami bahas untuk ke depannya.

Rencananya, kami mau adakan festival mi tahun depan,” ungkap Ketua ICA BPC Malang Raya Chef Pamungkas Suparmo.

Sementara itu, chef Chandra Yudasswara banyak berbagi tip bagaimana mengembangkan bisnis kuliner di Kota Malang.

Sebab, akhir-akhir ini Kota Malang banyak bermunculan pebisnis-pebisnis kuliner baru. Menurut dia, konsep kuliner yang comfort-lah yang cocok untuk dikembangkan di Bumi Arema ini.

Sebab, tak melulu harus seputar bakso, olahan apel, dan kopi saja. ”Tidak apa-apa mau mengembangkan bisnis itu, tapi harus lebih inovatif dari yang ada sebelumnya ya,” ujar chef pengisi acara Chef’s Table itu.

Dia menambahkan untuk berbisnis kuliner perlu memperhatikan beberapa faktor, termasuk tempat atau lokasi yang paling penting.

”Untuk bisnis (kuliner) kami juga harus perhatikan all packaging-nya atau memperhatikan kemasannya ya. Begitu juga dengan tempatnya, kita harus bikin nuansa dan atmosfernya itu senyaman mungkin,” beber chef Chandra.

Chef Chandra pun merekomendasikan untuk pebisnis kuliner di Kota Malang untuk membangun bisnis yang mampu bertahan untuk ke depannya. Tak hanya mampu bertahan dalam kurun waktu setahun atau dua tahun, lalu gulung tikar.

”Kalau saya rekomendasiin bisnis kuliner itu untuk yang sustainable dan survive-nya dengan cara tadi ya. Jadi, bagaimana resto (restaurant) itu bisa bertahan, gak cuma dalam setahun atau dua tahun aja,” pungkas chef yang memiliki ciri khas rambut  panjangnya dikucir ke belakang itu.

Pewarta : Mva
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani