Bisa Berakibat Fatal, Begini Jahatnya Sengatan Ikan Pari

Bisa Berakibat Fatal, Begini Jahatnya Sengatan Ikan Pari

Sebetulnya separah apa sih sengatan ikan pari?

Akibat sengatan itu, Menag sempat dibawa ke Puskesmas Derawan, lalu dirujuk ke RSUD Berau. Beruntung kini Menag berangsur membaik setelah mendapat penanganan yang baik dari para dokter dan perawat, baik saat di puskesmas maupun di RSUD.

Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM), Drh Slamet Raharjo, MP menjelaskan ikan pari memang misterius. Ikan pari atau iwak Pe (Jawa) atau Sting ray (English) dan manta ray adalah ikan bertulang rawan (Chondrichthyes/Elasmobranchii) kerabat dekat ikan hiu. Sebagian spesies (tidak semua) ikan pari memiliki duri penyengat (sting) pada punggung ekor.

Menurut Slamet, beberapa spesies pari air tawar dan manta tidak memiliki duri penyengat atau sting. Sebagian besar jenis ikan pari yang memiliki duri penyengat memiliki venom atau racun yang bersifat neurotoxic atau racun saraf, hemotoxic atau racun darah dan hemolysin atau racun penghancur sel darah.

“Beberapa spesies fatal untuk manusia,” tegas pria yang menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Pendidikan RSH Prof Soeparwi FKH UGM itu kepada JawaPos.com, Minggu (4/2).



Dokter hewan dan praktisi hewan eksotik serta satwa liar itu menjelaskan kekuatan venom tergantung pada berat badan korban. Makin tinggi berat badan makin aman.

“Sedangkan lokasi tersengat makin dekat jantung makin fatal,” ujar Slamet yang merupakan anggota Toksinologi Indonesia.

Menurut Slamet, kasus yang menimpa Menteri Agama tidak diketahui dengan jelas spesiesnya. Namun, mengingat diikuti perdarahan dari luka, Slamet menduga jenis tipe venom kombinasi neurotoxin-hemolysin yang biasanya kekuatannya tinggi dan berpotensi fatal.

“Beruntung (infonya) yang menyengat adalah pari kecil sehingga dugaan saya, jumlah venom yang masuk tidak mencapai dosis fatal,” jelasnya.

Sebelumnya, Menag bersama istri dan anak-anaknya berlibur ke Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki, dan berencana ke Labuan Cermin di wilayah Kaltim. Sabtu (03/02), dari Pulau Derawan, Menag dengan keluarga bermaksud menuju Pulau Maratua. Namun karena hujan lebat dan ombak besar, mereka terpaksa singgah di Pulau Sangalaki menunggu cuaca membaik.

Setelah sekitar 2 jam di Sangalaki, mereka bersiap menuju Pulau Kakaban. Ketika hendak naik boat, dan permukaan air laut masih sebatas betis, tiba-tiba ikan pari menyengat bawah mata kaki di atas tumit kaki kanan Menag.


(ika/JPC)