Bina Bangsa School Malang Pamer Recycle Globe ke Juri GSF

KOTA MALANG – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan sampah plastik. Salah satunya yang dilakukan Bina Bangsa School. Sekolah yang punya kurikulum cambridge ini ‘mengurung’ sampah plastik di dalam jaring besi bulat.

Jaring besi itu membentuk bulatan seperti bumi. Di dalamnya berisikan sampah botol plastik. Mereka menamainya ‘Recycle Globe’ atau bumi daur ulang. Recycle globe diletakkan di sudut kantin sekolah dan pagi tadi (9/10) dipamerkan ke juri Green School Festival (GSF) 2019.

“Setiap hari siswa yang habis minum di botol plastik buangnya ke sini. Ini memudahkan pengepul sampah juga biar nggak susah memilah sampah,” kata Kepala Bina Bangsa School Malang, Dr. Yudi Setyaningsih, M.Pd.

Sampah botol plastik itu setiap tahun, sejak 2017 dikeluarkan. Untuk kemudian dijual ke tempat pengepulan sampah. Hasil jual diperkirakan ratusan ribu, lalu digunakan untuk donasi kegiatan charity.

“Tiap tahun kan kita ada kegiatan charity. Ngajak siswa. Salah satu uangnya ya dari recycle globe ini,” imbuhnya.



Di tempat yang sama, juri GSF 2019, Bambang Suryadi, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa recycle globe cocok dicontoh sekolah lain. Apalagi nilai plusnya, uang hasil penjualan sampah bisa digunakan untuk beramal.

“Luar biasa tingkat kepedulian sekolah ini terhadap lingkungan. Meski secara substantif sebenarnya penilaiannya kurang karena ini kan ciptaan guru. Sedangkan di GSF kami menilai dari keterlibatan siswa juga,” jelasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia