Bina Bangsa School Buka Ekskul Esports, Peserta Wajib Punya Rapor Di Atas Rata-rata

KOTA MALANG – Jika di kebanyakan sekolah siswa dilarang bermain gadget, lain halnya dengan Bina Bangsa School. Sekolah ini justru membuka ekstrakulikuler esports.

Eits, tak sembarangan siswa yang bisa mengikutinya. Syarat untuk menjadi anggotanya, siswa wajib memiliki rata-rata nilai di atas 50 persen (satuan Kurikulum Cambridge, setara dengan standart nilai 75 di kurikulum nasional).

“Kami membuka ekskul ini sejak Juli 2019. Sebenarnya peminatnya mencapai 40 anak. Tapi saat ini cuma 8 anak yang memiliki rata-rata skor nilai di atas 50 persen,” kata guru ekstrakulikuler esports, Defly Yosia Kairupan, STh.

Kedelapan peserta itu berasal dari jenjang primary (SD), secondary (SMP), dan junior college (SMA). Dalam kegiatan ekstra ini, peserta diajari strategi game. Ada 3 game yang menjadi fokus ekskul ini, yakni mobile legend, PUBG, dan COD.

Setiap jumat pukul 14.05 hingga 15.10, mereka rutin memainkan game bersama dalam satu ruangan. “Kami ajarkan strategi bermain kelompok. Kalau jadi satu ruangan gini kan enak ya,” jelasnya.

Defly mengatakan, awal terbentuknya ekskul esports lantaran tahun lalu Bina Bangsa School sempat mengikuti Indonesia High Shcool League (IHSL) 2018. Di gelaran Menpora itu, perjuangan Bina Bangsa School terhenti sampai seleksi Jawa Timur.

“Ya dari situ kepikiran, ternyata esports ini punya nilai yang baik juga. Di sini belajar strategi, asah otak, cuma karena kebanyakan orang melarang jadinya esports dianggap mengganggu proses belajar. Nah disinilah (ekskul) kita wadahi,” ucapnya.

Edbert Liem Wahyudi, siswa dari junior college tingkat 2 mengaku bahagia dengan adanya ekskul ini. Selain bisa berkumpul dengan siswa yang hobinya sama, dia juga merasa terdorong di bidang akademik.

“Kalau ikut ini kan nilainya harus diatas rata-rata ya. Jadi istilahnya kami ini dapat 2 dorongan. Ya jadi menguasai esports, ya materi pelajaran juga,” ungkapnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor: Indra M