MALANG KOTA – Inovasi di SD Kartika IV-7 ini patut dicontoh. Yakni, membuat sumur resapan di lingkungan sekolah. Ini karena tiap musim hujan, air menggenang di halaman sekolah yang berada di Jl Terusan Kesatrian No 1 A, Kesatrian, Blimbing, Kota Malang, ini. Nah, solusinya ketemu dengan membuat sumur resapan. Kreasi sumur resapan ini menjadi salah satu andalan yang dipamerkan ke dewan juri Green School Festival (GSF) 2018 kemarin. ”Kalau dulu siswa kerap terganggu genangan air,” ujar Kepala SD Kartika IV-7 Mega Supono.

Supono menambahkan, tahun lalu, sebelum ada sumur resapan, dia kerap sungkan ketika ada tamu di sekolah. Sebab, kerap ada genangan air. Termasuk aliran air untuk wudu. Bahkan, di lingkungan sekolah saat ini sudah hijau banyak tanaman. Tidak gersang seperti dulu. Hampir di setiap depan kelas ada tanaman. ”Sekarang lingkungan kami sudah terlihat indah,” ungkap pria yang sudah menjabat kepala sekolah selama 18 tahun itu.

Selain di SD Kartika IV-7, tim juri GSF 2018 juga menilai di SDN Jodipan. Di sekolah yang berada di Jalan Ir H. Juanda No 32 itu, juri dipameri beragam tanaman hidroponik.

Koordinator GSF 2018 SDN Jodipan Heny Rahmawati menyampaikan, sebelumnya kolam di sekolah tak fungsi. Hanya jadi hiasan saja. Karena itu, para siswa diajak membuat taman hidroponik dengan memanfaatkan air di kolam. ”Daripada kolam itu hanya sebagai hiasan saja. Kami fungsikan juga agar bisa bermanfaat dengan menanaminya sayur dan buah. Sekaligus buat pembelajaran untuk siswa kami,” ujarnya.

Selain itu, di sekolah ini juga ada taman yang dibuat siswanya sendiri. Berbagai tanaman tersaji dalam taman itu. Mulai dari bunga, buah-buahan, dan tanaman lainnya. ”Kami memang mengajarkan kepada anak didik untuk menjaga lingkungan dengan menanam dan menjaga tumbuhan,” ucap perempuan yang juga menjadi guru kelas IV itu.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Rubianto