Bikin Madura United Malu Pulang

MALANG KOTA – Madura United FC boleh saja perkasa dengan menempati posisi runner-up di klasemen sementara Liga 1. Namun, mereka bakal tidak berdaya ketika tampil di kandang Arema FC, Stadion Kanjuruhan, sore ini (8/11).

Itu karena penggawa Arema FC punya misi balas dendam atas kekalahan 0-1 pada putaran pertama di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (20/7). Singo Edan–julukan Arema FC– bertekad akan membuat anak asuh Rasiman itu malu pulang ke Madura.

Arema harus bisa menang dan cetak gol besar. Sebab, tim tamu datang ke Stadion Kanjuruhan tidak dalam kondisi terbaik. Kondisi tim asal Pulau Garam itu sedang pincang karena sejumlah pemain mendapatkan akumulasi kartu kuning.

Tercatat ada dua pemain inti tim Madura United hanya menjadi penonton saja di laga big match tersebut. Yakni, penyerang Aleksandar Rakic dan bek sayap asal Papua Marco Sandy.

Selain itu, sejumlah pemain juga tidak dalam kondisi 100 persen fit saat melawan Arema FC. ”Kami masih melihat bagaimana kondisi terakhir Diego Assis dan Alberto Beto Goncalves,” ujar pelatih Laskar Sape Kerrap Rasiman kemarin (7/11).

Kendati dalam kondisi kurang baik, tapi mantan juru taktik Persiwa Wawena tersebut enggan untuk pulang dengan tangan hampa.

Bagi dia, pertandingan melawan Arema FC nanti akan dijadikan tim asal Pulau Garam itu sebagai pelampiasan kekalahan dari Persipura Jayapura Minggu (3/11).

”Kekalahan di kandang, harus kami tebus dengan merengkuh kemenangan saat bertanding di tandang,” ungkap pelatih berlisensi A AFC itu.

Seperti ingin memanfaatkan keuntungan tersebut, pelatih Arema FC Milomir Seslija bertekad merengkuh poin penuh saat berhadapan dengan Madura United. Bagi pria asal Bosnia tersebut, kemenangan di Stadion Kanjuruhan besok merupakan sebuah hal sangat penting.

”Kami bermain di kandang dan harus meraih sebuah kemenangan,” ungkap dia. Karena itu, dia mewanti-wanti Hamka Hamzah dkk untuk mampu bermain bagus dan konsisten mulai dari awal pertandingan sampai wasit meniup peluit tanda usai laga.

”Jika kami ingin menang tidak cukup hanya berdoa minta hasil terbaik kepada Tuhan,” ucap pelatih berusia 55 tahun itu. Dia ingin para penggawa Singo Edan bekerja keras selama 90 menit dan tidak sering-sering melakukan sebuah kesalahan. Baik itu dalam hal teknik atau penempatan posisi saat bertanding di lapangan hijau.

Hal tersebut perlu dilakukan karena Madura United bagi Milo bukan kesebelasan yang bisa dipandang sebelah mata. Menurut dia, dalam beberapa tahun ini Laskar Sape Kerrap merupakan tim konsisten selalu di papan atas.

Selain itu, juga dihuni sejumlah pemain berkualitas di skuadnya. ”Mereka tim yang bagus, punya pemain sangat komplet. Ada Greg Nwokolo, Andik, David Laly, dan penjaga gawang bagus,” sebut Milo.

Dalam pertemuan kedua kesebelasan di Stadion Kanjuruhan, Madura United bisa dibilang selalu pulang dengan merengkuh hasil minor.

Di mana dari 4 pertemuan terakhir, Singo Edan mampu menang sebanyak tiga kali dan sekali merasakan hasil imbang.

Apakah rekor tersebut akan bertambah untuk Hamka Hamzah dkk di pertemuan kelima di markas Arema FC? Jawabannya tentu ada di 90 menit setelah pertandingan hari ini.

Pewarta : Gp
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Munrholib