Bicara Kualitas SDM, Luhut Ingatkan soal Sampah

Bicara Kualitas SDM, Luhut Ingatkan soal Sampah

JawaPos.com – Sampah tidak bisa dianggap hal sepele. Selain mencemari lingkungan, dampak berantainya bisa sampai pada penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ini juga yang menjadi pesan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada seluruh kepala daerah yang hadir dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11). Kepada kepala daerah, Luhut mengingatkan untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan.

“Saya titip pesan kepada Bapak/Ibu Gubernur, Wali Kota. Masalah pencemaran ini sangat penting diantisipasi,” katanya.

“Apa itu? Plastik kalau masuk di air bisa menjadi mikro plastik. Kalau dimakan ikan, ikan dimakan ibu-ibu, pasti anaknya akan kuntet dan stunting. Otaknya tidak bisa berkembang,” jelas Luhut.

Mantan Menko Polhukam tersebut menyampaikan bahwa kualitas SDM masih menjadi persoalan di daerah. Maka dari itu, katanya, pemerintah akan membangun banyak politeknik yang terhubung dengan industri setempat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kartu pra-kerja sebagai dukungan dan program pelatihan bagi angkatan kerja produktif agar lebih siap diserap industri. Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, disiapkan anggaran sekitar Rp 10 triliun untuk program kartu pra-kerja.

“Paket pelatihan-pelatihan itu angkanya rata-rata Rp 3-Rp 7 juta per kursus. Tapi ada yang Rp 900 ribu, ada yang Rp 300 ribu, dan ada yang di atas itu,” kata Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Mantan Menteri Perindustrian itu menjelaskan, untuk mendapatkan kartu pra-kerja ini, masyarakat harus mendaftar secara online. Tetapi, pelatihannya sendiri bisa secara offline maupun online.

“Kami terapkan sistem kuota. Tahap awal, kami sertifikasi penyedia jasanya (BLK) di Jawa dan luar Jawa yang eligible atau yang bisa memanfaatkan fasilitas ini,” tuturnya.