Bibit Badai Tropis Samudera Hindia Sebabkan Angin Kencang di Malang

JawaPos.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Malang Raya sejak Selasa (22/1) malam. Akibatnya, puluhan pohon tumbang dan bangunan rusak. Bahkan, listrik juga padam dikarenakan jaringan listrik yang rusak tertimpa pohon.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno menjelaskan, terpantau ada tiga titik bibit badai tropis. Bibit ini berada di kawasan Samudera Hindia.

Anung menambahkan, bibit badai tropis terdekat berada di Laut Timur. Tekanan udara 1.005 milibar, padahal kondisi normalnya adalah 1.013 milibar. “Terjadi anomali di situ,” katanya, Rabu (23/1).

Kondisi itu, lanjutnya, memengaruhi kecepatan angin di kawasan Jawa Timur, termasuk kawasan Malang Raya. Namun dia menegaskan, badai selalu menjauhi garis ekuator.



Diprediksi, bibit badai akan terus bergerak menjauhi Indonesia ke arah selatan dan barat daya. Anung juga menambahkan, adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon di selatan Jawa ke timur. Sehingga tarikan monsun Asia sangat kuat.

“Makanya berpotensi hujan lebat dan angin kencang,” imbuh dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, adanya bibit badai tropis juga memberi perubahan kecepatan angin pada malam hari. Umumnya kecepatan angin normal, namun karena ada tiga bibit badai tropis itu, kondisi kecepatan angin di malam hari jadi tidak seperti biasanya.

Kecepatan angin maksimal di Malang pada malam kemarin tercatat berkisar antara 25 hingga 32 knots. Atau setara dengan 45 hingga 60 kilometer per jam. “Masuk dalam kategori angin kencang atau gale. Kecepatan segini biasanya sudah menyebabkan pohon tumbang,” tandasnya.

Editor           : Budi Warsito

Reporter      : Dian Ayu Antika Hapsari

Copy Editor : Fersita Felicia Facette